METRO PESISIR

Yota Balad Buka Peluang Kerja Internasional Melalui Program SMK

×

Yota Balad Buka Peluang Kerja Internasional Melalui Program SMK

Sebarkan artikel ini
TERIMA—Wako Pariaman, Yota Balad menerima audiensi dari perwakilan Universitas PASIM Bandung terkait arahan pelaksanaan International Job Fair 2026, kemarin.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Yota Balad menerima audiensi dari perwakilan Universitas PASIM Bandung terkait arahan pelaksa­naan International Job Fair 2026, kemarin,  di Kantor Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Jakarta Selatan.

Audiensi ini turut melibatkan sejumlah pejabat dari Kementerian Pelin­dungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), di an­taranya Menteri Mukh­tarudin, serta jajaran direktur dan staf khusus kementerian.

Turut hadir Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, Rektor Universitas Nasional PASIM Armai Arief, serta jajaran Yayasan dan PASIM Go Migrant Center.

Dalam pertemuan ter­sebut, Menteri Mukhtarudin menyetujui pemberian kuota sebanyak 300 peserta untuk Program SMK Go Global dari Kota Pa­riaman yang akan dilaksanakan melalui kerja sa­ma de­ngan PASIM Go Internasional. Program ini diharapkan dapat membuka peluang kerja internasional bagi lulusan SMK serta me­ning­katkan kualitas sumber daya manusia Kota Pariaman agar mampu bersaing di pasar kerja global.

Baca Juga  Tekan Pengangguran dan Buka Akses Kerja Global, Bupati Datangkan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Kota Pariaman mengusulkan alokasi kuota sebanyak 300 peserta untuk mengikuti program pelatihan dan pe­nempatan kerja internasional pada tahun 2026. Program ini difokuskan pada tiga bidang kompetensi utama, yaitu pengelasan (welding), perawat (caregiver), dan perhotelan (hospitality), masing-masing sebanyak 100 peserta.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia se­kaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Kota Pariaman di pasar kerja global. Para peserta akan mendapatkan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi berstandar internasional, hingga pendampingan penempatan kerja ke berbagai negara tujuan seperti Je­pang, Jerman, Turki, dan kawasan Timur Tengah.

Sebagai bentuk kesiapan daerah, Pemko Pariaman juga telah menginisiasi Pilot Project Kampung Jepang di Desa Kampung Gadang sebagai pusat pe­latihan bahasa dan budaya Jepang bagi calon pekerja migran. Program tersebut diharapkan menjadi mo­del penguatan ekosistem penempatan tenaga kerja internasional yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Saka Pramuka Rintisan Yogaswara KPU Kota Pariaman Dibentuk

Dalam audiensi bersama Kementerian Pelindu­ngan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Pemko Pariaman turut mengajukan dukungan berupa akses informasi lowongan kerja resmi, fasilitasi link and match dengan perusahaan penempatan pekerja migran, serta kemudahan pem­­biayaan melalui skema yang legal dan terintegrasi.

Melalui program ini, sebanyak 300 lulusan vokasi diharapkan dapat menjadi pekerja migran profesional yang memiliki keterampilan tinggi, terlindungi secara hukum, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan eko­nomi daerah melalui pe­ningkatan devisa. (efa)