BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam bersama Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menghadirkan ajang pacu kuda bertajuk Wisata Derby 2026 Bukittinggi–Agam. Event yang akan digelar pada Minggu (26/4) ini dipastikan dapat dinikmati masyarakat secara gratis, baik bagi penonton maupun peserta.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa panitia tidak memungut biaya pendaftaran (insert) bagi pemilik kuda. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong partisipasi lebih luas dari para pemilik dan pecinta kuda pacu.
“Kita akan gratiskan bagi pemilik kuda yaitu Bugi, Sagalo, dan Perdana. Ini insertnya kita gratiskan. Harapan kita adalah dalam rangka untuk memotivasi daripada pemilik-pemilik kuda dan para perdana yang baru-baru muncul, tentu kita ingin berbagi,” ujar Ramlan saat meninjau kesiapan arena, Senin (20/4).
Dalam peninjauan tersebut, Ramlan melihat langsung progres persiapan yang masih dilakukan panitia di Gelanggang Bukit Ambacang. Ia berharap, gelaran Wisata Derby mampu menarik banyak pengunjung sekaligus melahirkan bibit unggul kuda pacu di Sumatera Barat.
“Ini kita dorong terus ya, bagaimana pemilik kuda dan peternak kuda bersemangat terus dan tentu harapan kita kuda pacu akan berkembang di Sumatera Barat ini,” katanya.
Pelaksanaan Wisata Derby 2026 didukung pendanaan dari APBD Kabupaten Agam, APBD Kota Bukittinggi, serta dana pokok pikiran (pokir) legislator Yesi Endriani dari Partai Demokrat.
Ke depan, Pemko Bukittinggi berencana meningkatkan level event pacu kuda dengan menghadirkan kompetisi bergengsi. Salah satunya adalah konsep Triple Crown yang diperuntukkan bagi kuda pacu usia tiga tahun yang berhasil meraih tiga kemenangan.
“Saya usulkan diadakan Triple Crown atau gelar kehormatan tertinggi pada kuda pacu usia tiga tahun yang telah menang tiga kali,” ungkap Ramlan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan pacu kuda di Bukittinggi akan tetap digratiskan sebagai bagian dari tradisi Alek Nagari atau pesta rakyat. Dengan begitu, seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati hiburan tersebut tanpa batasan.
“Setiap pacu kuda di Bukittinggi ini gratis, tidak ada yang membayar. Karena ini adalah Alek Nagari (Pesta Rakyat) dan semua masyarakat kita ya, tuan, muda, laki-laki, perempuan, kaya miskin semua akan bisa menikmati hiburan di Kota Bukittinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Wisata Derby 2026, Januar Jamil, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan rampung dua hari sebelum pelaksanaan.
“Alhamdulillah persiapan terus dilakukan, ada 80 kuda pacu yang telah mendaftar. Sebanyak 19 race akan dilombakan. Kami optimis Wisata Derby berjalan baik sesuai ketentuan dan tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan dukungan Pemkab Agam, Pemkot Bukittinggi serta Anak Nagari,” katanya. (pry)






