METRO PESISIR

Wali Kota Genius Umar, Taruna Latsitardanus Diperkenalkan dengan Tradisi Marandang

×

Wali Kota Genius Umar, Taruna Latsitardanus Diperkenalkan dengan Tradisi Marandang

Sebarkan artikel ini
TRADISI MARANDANG— Wali Kota Genius Umar dan Taruna ikut turun langsung mengaduk pembuatan randang di Posko Yontarlat II Hiu Latsitardanus XLIII/2023 di Rumah Tabuik Subarang, Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah.

 

PARIAMAN, METRO–Dalam rangkaian kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-43 di Kota Pariaman, kemarin, Pemerintah Kota Pariaman mengajak dan memperkenalkan tradisi marandang kepada para taruna yang digelar di Posko Yontarlat II Hiu Latsitardanus XLIII/2023 di Rumah Tabuik Su­barang, Desa Cimparuah Kecamatan Pariaman Te­ngah.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan,  tradisi marandang merupakan suatu upaya dalam melestarikan dan mewa­riskan masakan khas Minang kepada generasi mu­da. “Tujuannya bagaimana memperkenalkan cara me­ma­sak rendang kepada para taruna yang sedang mengabdi di Kota Pariaman dan memberi tahu bahwa rendang sebagai kuliner daerah yang telah mendunia, dan merupakan salah satu ekonomi kreatif Kota Pariaman khususnya sektor kuliner,” ujar Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Baca Juga  Direktur Perumda Tirta Anai Padangpariaman Aminuddin Ingatkan, Jangan Lupakan Sejarah Hidup seorang Karyawan dan Karyawati

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta Latsitardanus yang terdiri dari taruna tingkat akhir dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (A­AU), Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Akademi Kepolisian (Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Ne­geri (IPDN) dan Perguruan Tinggi (PT). “Hari ini merupakan hari terakhir para taruna melakukan kegiatan Latsitardanus ke-43 di Kota Pariaman, besok me­reka akan dilepas kembali dengan arak-arakan pawai marching band,” kata Genius.

Genius menuturkan, selama berkegiatan di Kota Pariaman, telah banyak aksi yang telah dilakukan para taruna ini, salah satunya kegiatan goro bersama ma­sya­rakat, program bedah rumah, dan kegiatan sosial lainnya. Ia me­nga­takan, keberadaan ta­runa-taruni Latsitardanus di Kota Pariaman bisa mem­berikan pandangan positif bagi ge­nerasi mu­da Kota Pariaman, sekaligus memberikan motivasi bagi mereka untuk ikut dalam program pendi­dikan kemiliteran dan kedinasan se­perti peserta Latsitardanus yang saat ini sedang me­lakukan tugas akhir kependidikannya di Kota Pariaman.

Baca Juga  Pembangunan NICU RSUD Padangpariaman Dimulai

Genius Umar juga me­ngatakan, penunjukan Ko­ta Pariaman sebagai lokasi untuk peserta Latsitardanus ke-43 tidaklah gampang karena banyak pro­ses yang harus dilalui ka­bupaten/kota untuk men­jadi lokasi kegiatan ini. “Beruntungnya Kota Pariaman, dengan hadirnya peserta Latsitardanus di Kota Pariaman menjadikan Kota Pariaman sebagai bran­ding kebe­radaan Satlak Hiu ada di Kota Pa­riaman bagi dae­rah lainnya, dan hal ini menjadikan sa­lah satu kebanggaan bagi masya­rakat Kota Pariaman ,” tu­tup Genius mengakhiri. (efa)