METRO PESISIR

Wagub dan Bupati Resmikan Masjid Al Fauzan Nagari Ketaping

×

Wagub dan Bupati Resmikan Masjid Al Fauzan Nagari Ketaping

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN— Wagub Vasko Ruseimy didampingi Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, Wako Pariaman Yota Balad, saat peresmian Masjid Al Fauzan di Nagari Kataping.

PDG.PARIAMAN, METRO— Setelah melalui proses pembangunan selama ham­pir lima tahun, kemarin, Masjid Al Fauzan yang berdiri megah di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Pa­dangpariaman diresmi. Dengan desain arsitektur unik menyerupai kapal, masjid ini digadang-gadang menjadi ikon baru wisata religi sekaligus simbol kebangkitan budaya maritim di Sumatera Barat.

Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, Bupati Padangpariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., Walikota Pariaman Yota Balad, unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupa­ten Padangpariaman, to­koh agama, tokoh ma­sya­rakat, serta ratusan warga yang memadati kawasan masjid.

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis me­nyampaikan apresiasi atas terwujudnya pembangu­nan Masjid Al Fauzan yang memiliki karakter arsitektur berbeda dari kebanyakan masjid pada umumnya. Menurutnya, kehadiran masjid berbentuk kapal tersebut tidak hanya memperkaya khazanah arsitektur Islam di daerah, tetapi juga menjadi daya tarik baru yang memperkuat identitas religius Kabupaten Padangpariaman.

“Masjid Al Fauzan memiliki keunikan yang luar biasa dan menjadi daya tarik tersendiri bagi ma­syarakat maupun pengunjung. Kehadirannya tentu akan menambah ikon religius di Kabupaten Padangpariaman,” ujar John Ke­nedy Azis.

Namun demikian, Bupati menegaskan bahwa nilai utama sebuah masjid bukan terletak pada kemegahan bangunannya, melainkan sejauh mana keberadaannya mampu menjadi pusat pembinaan umat dan memakmurkan kehidupan keagamaan ma­syarakat.

Baca Juga  Demi Kemajuan Daerah, Suhatri Bur Diskusi dengan Tomas

Ia berharap Masjid Al Fauzan dapat menjadi tem­pat yang menghadirkan kenyamanan beri­badah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus membangun semangat ge­­nerasi muda untuk lebih dekat dengan nilai-nilai a­gama. “Semoga dengan ber­dirinya masjid ini, ma­syarakat semakin termotivasi untuk datang ke mas­jid, memperbanyak ibadah, dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat,” katanya.

Senada dengan itu, Wa­kil Gubernur Sumatera Ba­rat Vasko Ruseimy me­ngaku terkesan dengan konsep dan kualitas bangunan Masjid Al Fauzan. Menurutnya, meskipun bukan satu-satunya masjid berbentuk kapal di Indonesia, masjid tersebut merupakan salah satu yang terbaik yang pernah ia lihat. “Mungkin ini memang bukan satu-satunya masjid berbentuk kapal di Indonesia, tetapi menurut saya ini salah satu yang paling bagus dan berasal dari Su­matera Barat,” ungkap Vasko.

Ia menilai desain kapal yang diusung Masjid Al Fauzan memiliki makna filosofis yang mendalam dan sangat relevan dengan sejarah masyarakat Minangkabau yang sejak da­hulu dikenal memiliki tradisi maritim yang kuat. Karena itu, keberadaan masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat iba­dah, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali ke­sadaran generasi muda terhadap pentingnya dunia pelayaran, kemaritiman, dan semangat bahari yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumatera Barat.

Baca Juga  Bagian Humas Studi Banding PPID ke Pessel

Vasko juga mengapresiasi berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan masjid, termasuk penginapan gratis bagi para mu­safir yang melintas. Menurutnya, fasilitas tersebut mencerminkan fungsi mas­jid sebagai rumah umat yang terbuka bagi siapa saja. “Semoga mas­jid ini menjadi kebanggaan masyarakat Padang Pariaman dan Sumatera Barat serta mampu menghadirkan kenyamanan dalam beribadah bagi siapa saja yang datang,” ujarnya.

Terinspirasi Semangat Bahari Alumni Pelayaran

Di balik kemegahan Masjid Al Fauzan, tersimpan gagasan besar yang lahir dari kecintaan para alumni dunia pelayaran terhadap budaya maritim. Salah seorang pengurus sekaligus Imam Masjid Al Fauzan, Ustaz Nurul Huda, menjelaskan bahwa konsep bangunan berbentuk kapal berasal dari para penggagas dan donatur yang merupakan alumni Akademi Ilmu Pelayaran (AIP).

Menurutnya, para alum­ni yang tergabung dalam korps alumni tersebut memiliki visi untuk meng­hadirkan simbol kebangkitan budaya maritim melalui gerakan Minang Bahari. “Desain Masjid Al Fauzan ini memang dibuat menyerupai kapal. Penggagas dan donaturnya me­rupakan alumni Akademi Ilmu Pelayaran yang tergabung dalam korps alumni. Mereka memiliki semangat untuk mengembangkan budaya maritim melalui gerakan Minang Bahari,” jelasnya.(efa)