BERITA UTAMA

Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun

×

Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
MENGAMUK— Ketua Umum APGI 3T Herwil J Harefa diduga mengamuk di kantor BGN.

JAKARTA, METRO–Viral sebuah video yang memperlihatkan investor dapur program Makan Bergizi Geatis (MBG) mengamuk di kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Pria yang tidak kuasa menahan amarah itu diduga merupakan Ketua Umum Herwil J Harefa.

Video itu ramai diperbincangkan di media sosial TikTok, dalam video itu menyebutkan bahwa investor dapur MBG daerah 3T datangi kantor BGN dan ngamuk minta pembayaran dapur yang sudah dibangun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) APGI 3T, Gardian Muhammad, mengamini bahwa sosok pria yang mengamuk di kantor BGN merupakan ketua umumnya. Ia menegaskan, peristiwa dalam video tersebut merupakan aksi spontan yang terjadi secara situasional.

Ia memastikan, amarah itu sama sekali tidak direncanakan, serta tidak mencerminkan sikap organisasi secara keseluruhan. “Kami memahami bahwa potongan video yang beredar dapat menimbulkan persepsi negatif. Namun perlu ditegaskan bahwa kejadian tersebut adalah reaksi spontan di tengah tekanan dan ketidakpastian yang telah berlangsung cukup lama,” kata Gardian dikonfirmasi, Selasa (9/6).

Baca Juga  Tak Sadar Penumpangnya Polisi, Sopir Angkot Nyambi Jual Sabu Ditangkap

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi dalam situasi di mana para investor dan pengelola program MBG wilayah 3T tengah menghadapi berbagai persoalan serius, seperti perubahan kebijakan yang berulang dalam waktu singkat, serta ketidakpastian skema pembiayaan dan pengembalian investasi.

Gardian menyebut, terdapat sekitar 1.200 dapur MBG di wilayah 3T yang telah dibangun dengan rata-rata investasi sebesar Rp 1,5 miliar per unit, sehingga total potensi kerugian mencapai sekitar Rp 1,8 triliun.

Karena itu, ia menegaskan reaksi yang terlihat dalam video tidak dapat dipisahkan dari tekanan yang dirasakan oleh para pelaku di lapangan. Ia pun menyatakan, aksi kemarahan itu tidak menimbulkan terjadinya perusakan fasilitas, tidak ada kekerasan fisik terhadap pihak manapun, serta situasi tetap dapat dikendalikan. Sehingga, framing bahwa kejadian tersebut sebagai “keributan besar” atau tindakan anarkis adalah tidak tepat dan berlebihan.

Baca Juga  Dibantu Teman, Jejeng Curi Material Bangunan, Korban Rugi Rp 5 Juta

Gardian menekankan, pihaknya tidak sedang melawan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut, tetapi mendesak adanya kepastian kebijakan, perlindungan investasi, dan penyelesaian yang adil.

“Kami tidak sedang melawan program pemerintah. Kami justru ingin program ini berhasil. Namun keberhasilan itu harus ditopang oleh kepastian, keadilan, dan konsistensi kebijakan,” pungkasnya. (jpg)