AGAM/BUKITTINGGI

Update Kasus Covid-19 di Kabupaten Agam, 39 Kasus Baru, 5 Sembuh, 1 Meninggal

×

Update Kasus Covid-19 di Kabupaten Agam, 39 Kasus Baru, 5 Sembuh, 1 Meninggal

Sebarkan artikel ini
Yosefriawan

AGAM, METRO–Hari pertama Juli 2021 ini, kasus Covid-19 di Agam masih memperlihatkan pe­ningkatan yang signifikan. Kondisi ini ditengarai dam­pak dari serentetan penam­bahan kasus positif baru beberapa hari belakangan.

Kamis (1/7), di Kabupaten Agam terjadi penambahan 39 kasus positif baru, dengan 5 pasien yang dinyatakan sem­buh dan 1 orang me­ning­gal dunia dari Keca­ma­tan IV Koto.

Sesuai update data Sat­gas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Agam, seperti dijelaskan Yosefriawan, Plt Kadis Kesehatan Agam di daerah ini masih terjadi peningkatan kasus positif yang cukup signifikan.

Baca Juga  Pawai Ta’aruf Khatam Quran Ampang Gadang Meriah

Dijelaskan Yosefriawan, Kamis hari ini terjadi penam­bahan 39 kasus terkonfirmasi positif yang menyebar di 16 kecamatan, dengan 5 pasien sembuh dan 1 orang me­ninggal dunia.

Ditambahkan Asisten II Sekda Agam ini, hingga hari ini, akumulasi data kasus Covid-19 di Kabupaten Agam tercatat sebanyak 3.881 orang terkonfirmasi positif Covid-19, dengan rincian 3.380 orang pasien dinya­takan sembuh, 94 orang me­ninggal dunia dan 407 orang masih dalam penanganan medis.

Yosefriawan mengingat­kan, masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi pe­ning­katan kasus terkon­fir­masi positif Covid-19. Apalagi di beberapa daerah di Indonesia, saat ini, terjadi lonja­kan kasus yang luar biasa. Bahkan, dijadwalkan mulai Sabtu (3/7), Pulau Jawa dan Bali, sudah diterapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) da­rurat oleh Presiden.

Baca Juga  Disparpora Bukittinggi Gelar Lomba Foto untuk Promosi Pariwisata

“Kami imbau masya­rakat untuk selalu mentaati pro­tokol kesehatan, jaga diri dan keluarga. Selalu pakai mas­ker, jaga jarak aman dan rajin mencuci tangan dengan sa­bun di air yang mengalir, kare­na itu langkah paling efektif dalam memutus ran­tai pe­nyebaran Covid-19,” imbau Yosefriawan lagi. (pry)