METRO SUMBAR

Untuk Percepat Pembangunan, Sumbar Perlu Terobosan Pembiayaan dan Optimalisasi Aset

×

Untuk Percepat Pembangunan, Sumbar Perlu Terobosan Pembiayaan dan Optimalisasi Aset

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah di tengah dinamika fiskal yang terjadi. Salah satunya melalui optimalisasi pengelolaan aset da­erah serta pengembangan sumber pembiayaan alternatif yang tidak membebani masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah saat menyampaikan jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dan Ranperda Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Sum­bar, di Padang, Senin (22/6).

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas perha­tian, masukan, dan dukungan yang diberikan terhadap pengelolaan pemerintahan dan keuangan da­erah. Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemprov Sumbar berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Peme­riksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Tahun Anggaran 2025.

Menurut Gubernur, ber­bagai pertanyaan, pendalaman, dan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi menjadi bagian penting dalam penyempurna­an kebijakan daerah serta evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan.

“Berbagai pertanyaan dan pendalaman yang disampaikan fraksi-fraksi akan menjadi bahan penting bagi kami dalam pembahasan lebih lanjut bersama komisi dan perangkat daerah. Hal ini sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai catatan dan rekomendasi yang di­berikan BPK,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Baca Juga  Sabar AS Siap Emban Tugas jadi Plt Bupati

Ia mengungkap, salah satu aspek yang mendapat perhatian serius dalam pandangan umum fraksi adalah tentang pengelolaan aset daerah. Sebagian besar fraksi menilai aset pemerintah daerah memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah apabila dikelola secara lebih tertib, produktif, dan berorientasi pada manfaat ekonomi.

Mahyeldi mengatakan, selama ini perhatian terhadap pengelolaan aset, memang belum seoptimal pengelolaan keuangan da­erah. Karena itu, berbagai masukan DPRD terkait pen­­dataan, penataan, dan pemanfaatan aset akan ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh perangkat daerah.

Selain optimalisasi aset,­­ Gubernur menyebut, daerah perlu segera menghadirkan inovasi dalam pembiayaan pembangu­nan mengingat kapasitas fiskal daerah yang semakin terbatas dari tahun ke ta­hun. Guna merespon kondisi tersebut, Mahyeldi mengaku saat ini Pemprov Sumbar tengah menyiapkan creative finacing untuk al­ternatif pembiayaan pem­­bangunan melalui instrumen Sukuk dan obligasi daerah.

Ia menjelaskan, Sumbar menjadi salah satu daerah yang terdepan da­lam mempersiapkan implementasi Sukuk sebagai instrumen pembiayaan pembangunan di Indonesia. Bahkan, kesiapan ter­sebut mendapat perha­tian dari Islamic Development Bank (IsDB) yang mengundangnya untuk mempelajari dan melihat langsung praktik-praktik creative finacing untuk pembiayaan pembangu­nan di Jepang.

Baca Juga  Kelompok Ternak Tampilkan Solusi Mumpuni, Olah Kotoran jadi Pestisida Cair Nabati di Sawahlunto

“Kita perlu mencari sumber-sumber pembiayaan alternatif untuk mem­percepat pembangu­nan. Sukuk menjadi salah satu instrumen yang kita siapkan agar pembangu­nan tetap berjalan mes­kipun kemampuan APBD memiliki keterbatasan,” kata Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur juga menyoroti besarnya potensi remitansi ma­sya­rakat perantau Minangkabau yang diperkirakan men­capai lebih dari Rp20 triliun setiap tahun. Menurutnya, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila mampu dikelola dan diarahkan untuk mendukung pembangunan melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan nagari.

Ia menegaskan, di tengah berbagai kebijakan efisiensi dan penyesuaian fiskal nasional, daerah dituntut semakin kreatif da­lam menggali sumber-sum­ber pendanaan pembangunan tanpa mengu­rangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh berhenti. Meskipun kondisi anggaran mengalami fluktuasi, pemerintah daerah bersama DPRD harus terus menghadirkan berbagai terobosan agar pembangunan tetap berjalan dan memberikan man­faat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Rapat paripurna tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sumbar. (fan)