METRO SUMBAR

Ujian dan Kemuliaan Nabi Yusuf, Kisah Kesabaran yang Mengubah Takdir

×

Ujian dan Kemuliaan Nabi Yusuf, Kisah Kesabaran yang Mengubah Takdir

Sebarkan artikel ini

NABI Yusuf adalah putra dari Nabi Yakub yang dikenal memiliki wajah tampan dan hati yang bersih. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang penuh keimanan. Namun perjalanan hidupnya dipenuhi dengan ujian yang berat.

Suatu malam Nabi Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ia kemudian menceritakan mimpi itu kepada ayahnya, Nabi Yakub. Sang ayah memahami bahwa mimpi itu adalah pertanda masa depan yang besar bagi Yusuf.

Nabi Yakub menasihati Yusuf agar tidak menceritakan mimpi tersebut kepada saudara-saudaranya. Ia khawatir mimpi itu akan menimbulkan kecemburuan. Sebab saudara-saudara Yusuf memang telah merasa iri sejak lama.

Kecemburuan itu semakin besar karena Nabi Yakub sangat menyayangi Yusuf. Hal ini membuat saudara-saudaranya merasa tersisih. Perasaan iri akhirnya berubah menjadi rencana jahat.

Suatu hari mereka mengajak Yusuf pergi bermain ke luar rumah. Mereka meminta izin kepada Nabi Yakub dengan berbagai alasan. Dengan berat hati Nabi Yakub akhirnya mengizinkan Yusuf pergi bersama mereka.

Ketika sampai di suatu tempat yang jauh, saudara-saudara Yusuf melaksanakan rencana mereka. Yusuf didorong dan dijatuhkan ke dalam sebuah sumur yang dalam. Setelah itu mereka pulang dengan berpura-pura sedih.

Mereka mengatakan kepada Nabi Yakub bahwa Yusuf telah dimakan serigala. Mereka juga menunjukkan baju Yusuf yang dilumuri darah palsu. Nabi Yakub sebenarnya merasakan ada sesuatu yang tidak benar.

Namun Nabi Yakub memilih bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Ia yakin bahwa suatu saat kebenaran akan terungkap. Kesabaran Nabi Yakub menjadi teladan besar bagi umat manusia.

Sementara itu Yusuf berada sendirian di dalam sumur yang gelap. Dalam keadaan sulit itu ia tetap percaya kepada pertolongan Allah. Hatinya tetap tenang meski tidak tahu apa yang akan terjadi.

Baca Juga  Pemuda Diharapkan Berperan dalam Pembangunan Daerah

Tidak lama kemudian datang rombongan kafilah yang mengambil air dari sumur tersebut. Mereka terkejut ketika menemukan seorang anak di dalamnya. Yusuf kemudian diangkat dan dibawa keluar dari sumur.

Rombongan itu akhirnya membawa Yusuf ke Mesir. Di sana ia dijual sebagai budak kepada seorang pejabat tinggi kerajaan. Meski menjadi budak, Yusuf tetap menunjukkan akhlak yang baik.

Pejabat tersebut kemudian memperlakukan Yusuf dengan baik. Ia melihat bahwa Yusuf memiliki kepribadian yang mulia. Yusuf pun tumbuh menjadi pemuda yang cerdas dan jujur.

Namun ujian kembali datang dalam kehidupan Yusuf. Istri pejabat itu mencoba menggoda Yusuf untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Yusuf dengan tegas menolak godaan tersebut.

Penolakan itu justru membuat Yusuf difitnah. Ia dituduh melakukan kesalahan yang tidak pernah ia lakukan. Akibatnya Yusuf dimasukkan ke dalam penjara.

Di dalam penjara, Yusuf tidak mengeluh. Ia tetap sabar dan menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah. Ia juga berdakwah kepada para tahanan lainnya.

Di antara para tahanan itu ada dua orang yang bermimpi aneh. Mereka meminta Yusuf menafsirkan mimpi mereka. Yusuf menjelaskan makna mimpi tersebut dengan penuh kebijaksanaan.

Ternyata tafsir mimpi Yusuf terbukti benar. Salah satu dari mereka kemudian kembali bekerja di istana. Namun ia sempat lupa menyampaikan kisah Yusuf kepada raja.

Beberapa tahun kemudian raja Mesir bermimpi tentang tujuh sapi gemuk dimakan oleh tujuh sapi kurus. Tidak ada seorang pun yang mampu menafsirkan mimpi tersebut. Akhirnya seseorang teringat kepada Yusuf di penjara.

Baca Juga  Kepala Samsat Kota Solok Kunjungi Wawako Suryadi, Bahas Rencana Gebyar Pajak

Yusuf kemudian dipanggil untuk menafsirkan mimpi raja. Ia menjelaskan bahwa Mesir akan mengalami tujuh tahun masa subur dan tujuh tahun masa paceklik. Karena itu perlu persiapan untuk menghadapi masa sulit tersebut.

Raja sangat kagum dengan kecerdasan Yusuf. Setelah menyelidiki kebenaran tuduhan terhadapnya, raja mengetahui bahwa Yusuf tidak bersalah. Yusuf pun dibebaskan dari penjara.

Tidak hanya dibebaskan, Yusuf juga diangkat menjadi pejabat yang mengurus persediaan makanan kerajaan. Ia bertanggung jawab mengelola hasil panen selama masa subur. Kebijaksanaannya menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.

Ketika masa paceklik datang, banyak orang dari berbagai negeri datang ke Mesir untuk mencari makanan. Di antara mereka ternyata terdapat saudara-saudara Yusuf. Mereka tidak mengenali Yusuf yang kini telah menjadi pejabat tinggi.

Yusuf mengenali mereka, tetapi ia menahan perasaannya. Ia ingin melihat perubahan sikap saudara-saudaranya. Dengan bijaksana ia mengatur pertemuan-pertemuan berikutnya.

Akhirnya Yusuf mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya. Saudara-saudaranya sangat terkejut dan merasa bersalah atas perbuatan mereka di masa lalu. Mereka takut akan balasan dari Yusuf.

Namun Yusuf justru memaafkan mereka dengan hati yang tulus. Ia tidak menyimpan dendam sedikit pun. Baginya, semua peristiwa itu adalah bagian dari rencana Allah.

Akhirnya Yusuf bertemu kembali dengan ayahnya, Nabi Yakub. Pertemuan itu penuh dengan tangis haru dan kebahagiaan. Mimpi Yusuf ketika kecil pun akhirnya menjadi kenyataan.

Kisah Nabi Yusuf mengajarkan bahwa kesabaran, kejujuran, dan keimanan akan membawa seseorang menuju kemuliaan. Ujian yang berat bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari ujian itulah Allah mengangkat derajat hamba-Nya yang sabar. (***)