PADANG, METRO— Kecelakaan maut yang diduga dipicu rem blong kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini, truk kontainer melaju tak terkendali hingga menabrak tiga rumah di kawasan Pampangan, tepatnya di Simpang Natraco, Kecamatan Lubuk Begalung, Selasa sore (8/9).
Akibatnya, kernet truk tewas di lokasi kejadian setelah terjepit di dalam ruang kemudi yang ringsek. Sedangkan sopir mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke Semen Padang Hospital (SPH) untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Lubuk Begalung. Kompol Robby Setiadi Purba membenarkan adanya insiden kecelakaan tersebut. Menurutnya, truk bernomor polisi BA 8360 QC mengalami kerusakan berat pada bagian depan setelah menabrak rumah warga.
“Korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut merupakan kernet truk kontainer. Hingga proses pendataan dilakukan, identitas korban masih belum diketahui atau masih dalam proses pendataan,” kata Kompol Robby Setiadi Purba.
Kompol Robby Setiadi Purba menambahkan, sopir truk kontainer mengalami luka-luka dan sudah dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan penghuni rumah selamat dari insiden nahas tersebu, meski bangunan rumahnya mengalami kerusakan.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, truk kontainer tersebut melaju dari arah Teluk Bayur menuju Simpang Lubeg. Saat tiba di lokasi kejadian, truk hilang kendali hingga menabrak sejumlah bangunan,” jelas Kompol Robby Setiadi Purba.
Menurut Kompol Robby Setiadi Purba, yiga rumah warga yang mengalami kerusakan masing-masing milik May Yulianis, Sariati dan Lismantri. Sedangkan total kerugian materi akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
“Nilai tersebut mencakup kerusakan satu unit mobil kontainer serta tiga rumah warga yang terdampak tabrakan. Pascakecelakaan, kami langsung melakukan sejumlah tindakan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut,” tegas Kompol Robby Setiadi Purba.
Kompol Robby Setiadi Purba menuturkan, pihaknya melakukan penanganan di lokasi sekaligus membantu proses evakuasi korban untuk mendapatkan penanganan medis di SPH.
“Kami juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan akibat kendaraan dan aktivitas penanganan kecelakaan di TKP,” tutupnya. (*)






