PDG.PARIAMAN, METRO—Kebakaran rumah di Korong Padang Laring Barat, Nagari III Koto Aur Malintang Utara, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padangpariaman, memakan korban jiwa, pada senin pagi (6/4). Seorang pria lanjut usia (lansia) dilaporkan tewas terpanggang hidup-hidup.
Korban diketahui bernama Aung (65) ini diduga tidak sempat menyelamatkan diri hingga terjebak dalam api yang membakar rumahnya. Kondisi jasad korban sangat mengenaskan. Pasalnya, seluruh tubuhnya gosong.
Setelah api dipadamkan, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama warga selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit lalu diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam dari masyarakat sekitar.
Sejumlah warga, tokoh masyarakat, hingga perangkat nagari tampak berdatangan ke lokasi untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab rumah korban terbakar karena masih penyelidikan pihak Kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat kebakaran terjadi, korban berada di dalam rumah dalam kondisi sakit. Keterbatasan fisik membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri ketika api mulai membakar bagian rumah.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Namun, api yang dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah membuat upaya penyelamatan terhadap korban tidak berhasil.
Wali Nagari IV Koto Aur Malintang Utara, Amri Besman, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut. Ia membenarkan kebakaran ini telah menyebabkan satu korban jiwa.
“Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Kami sangat berduka atas musibah ini. Korban tidak sempat menyelamatkan diri karena kondisi kesehatannya,” ujar Amri Besman.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PP Damkar) Kabupaten Padangpariaman, Rifki Monrizal mengatakan, musibah kebakaran ini terjadi saat aktivitas masyarakat baru saja dimulai. Pihaknya menerima laporan kebakaran rumah pada pukul 08.15 WIB.
“Kami segera merespons laporan masyarakat. Satu menit setelah laporan masuk, unit pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan lokalisasi api,” kata Rifki kepada wartawan.
Rifki menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, mulanya terlihat kepulan asap hitam yang membumbung tinggi. Tak berselang lama, api mulai membesar dan merambat cepat ke seluruh bagian bangunan rumah.
“Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas. Namun, material bangunan yang mudah terbakar serta embusan angin membuat api sulit dikendalikan secara manual,” ujar Rifki.
Ditambahkan Rifki, petugas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 08.32 WIB. Dalam operasi pemadaman ini, petugad Damkar Padang Pariaman mengerahkan kekuatan penuh dari dua posko utama, yakni Unit 06 Sungai Geringging dan Unit 08 Sungai Limau.
“Bantuan tambahan juga datang dari satu unit armada pemadam kebakaran Kabupaten Agam. Sebanyak tiga regu dikerahkan ke lokasi, termasuk Regu B dari Sungai Geringging dan Sungai Limau, serta satu regu bantuan dari Kabupaten Agam,” jelas Rifki.
Meski api berhasil dipadamkan, kata Riki, musibah ini menyisakan duka mendalam dengan ditemukannya satu korban jiwa. Korban diketahui bernama Aung, seorang pekerja swasta yang merupakan anggota keluarga pemilik rumah.
“Korban ditemukan tidak bernyawa setelah terjebak di dalam bangunan saat api membakar rumahnya. Usai api dipadamkan, jenazah korban langsung kami evakuasi ke rumah sakit,” tutur Rifki.
Kapolsek IV Koto Aur Malintang, Ipda Muhammad Basir, mengungkapkan korban meninggal dunia bernama Aung. Saat kejadian, korban berada di rumah seorang diri karena anggota keluarga lainnya sedang keluar.
“Korban ditemukan meninggal dunia di bagian dapur. Diduga saat api muncul dari ruang tamu, korban panik karena asap tebal dan listrik padam. Korban mencoba menyelamatkan diri ke arah dapur namun tidak bisa keluar,” kata Ipda Basir.
Ipda Basir menambahkan, kondisi rumah yang cukup jauh dari permukiman warga membuat pertolongan terlambat datang. Korban juga diketahui memiliki riwayat hipertensi dan tengah dalam masa pemulihan setelah pulang dari Pekanbaru.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal oleh tim Inafis Polres Padang priaman, kebakaran diduga dipicu hubungan pendek arus listrik dari ruang tamu baru kemudian menjalar ke bagian dapur,” jelas Ipda Basir. (*)






