SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Tingkatkan Kompetensi, Bangun Generasi Qurani, Workshop Guru TPQ dan MDTA se-Kecamatan Lembah Segar

×

Tingkatkan Kompetensi, Bangun Generasi Qurani, Workshop Guru TPQ dan MDTA se-Kecamatan Lembah Segar

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Ketua BKS TPQ Lembah Segar, Zainab, usai pembukaan foto bersama peserta Workshop Guru TPQ dan MDTA se-Kecamatan Lembah Segar.

SAWAHLUNTO, METRO,-–Upaya peningkatan kualitas pendidikan kea­gamaan di tingkat akar rumput kini bertumpu pa­da penguatan kompetensi pendidik dan kolaborasi antarlembaga. Semangat kemandirian ini tecermin dalam Workshop Guru TPQ dan MDTA se-Kecamatan Lembah Segar yang digelar di Silo Meeting Room Parai Hotel, Sawahlunto, Selasa (7/7).

Acara yang mengu­sung tema “Tingkatkan Kompetensi, Bangun Generasi Qur’ani” ini diinisiasi sepenuhnya oleh Badan Kerjasama (BKS) TPQ/MDTA Kecamatan Lembah Segar melalui pembiayaan mandiri dari dana kas internal organisasi. Langkah swadaya ini diambil untuk membedah empat problem mendasar umat saat ini, yakni lemahnya fondasi akidah, kemerosotan moral generasi muda, tantangan me­todologi belajar, serta rapuhnya ukhuwah Isla­miyah akibat menipisnya rasa kepedulian sosial.

Ketua BKS TPQ Lembah Segar, Zainab, me­nyayangkan masih ren­dahnya partisipasi para pendidik dalam program peningkatan mutu internal selama ini. Ia me­nyoroti minimnya kehadiran guru TPQ dalam agenda tahsin Al-Qur’an bula­nan, padahal program ter­sebut sangat krusial untuk menjaga standar kualitas bacaan sebelum diajarkan kepada santri. “Kami sangat menyayangkan selama ini guru-guru TPQ tidak begitu banyak me­ngikuti tahsin Al-Qur’an bulanan, padahal ini sangat penting untuk menjaga kualitas sanad bacaan. Melalui forum ini, kami berharap Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto dapat memberikan pencerahan se­kaligus arahan tegas agar para guru berkomitmen menghadiri pembinaan berkala tersebut,” ujar Zainab.

Baca Juga  Sebanyak 800 Anak-anak TA/RA, Ikuti Kegiatan Peragaan Manasik Haji TA/RA se- Kota Sawahlunto

Ketua Panitia Pelaksana, Adrizon, menegaskan bahwa lokakarya ini dirancang sebagai wadah stra­tegis untuk menjawab ke­resahan tersebut dengan mendongkrak kecakapan pedagogi pendidik sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga. Selain itu, pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi dalam pengelolaan pembelajaran agar mutu pendidikan keagamaan di ting­kat lokal semakin berkua­litas. “Kami berharap ke­giatan ini tidak sekadar menjadi ajang penyampaian materi secara teoretis. Lebih dari itu, forum ini harus menjadi sarana berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta mem­­pererat tali ukhuwah di antara sesama pendidik Al-Qur’an dan Madra­sah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA),” kata Adrizon saat membacakan laporan panitia.

Baca Juga  Pj Wali Kota Sawahlunto Tinjau Pospam Operasi Lilin Singgalang 2024

Strategi dan Pandangan Kakankemenag

Merespons harapan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kan­kemenag) Kota Sawahlunto, Zulkifli, yang hadir sebagai pemateri utama, mengingatkan bahwa TPQ dan MDTA merupakan benteng pertahanan pertama dalam menghadapi dekadensi moral. Ia menegaskan pentingnya komitmen guru dalam me­ningkatkan kapasitas diri dan menggarisbawahi ti­ga pilar mutlak yang harus diintegrasikan dalam ku­rikulum informal, yaitu akidah yang menghujam kuat sebagai jangkar ide­ologi, ilmu yang adaptif ter­hadap zaman, dan a­khlak mulia sebagai manifestasi konkret dari iba­dah.

Terkait dengan meto­dologi pembelajaran, Zulkifli memberikan pandangan khusus mengenai per­geseran tren pengajaran Al-Qur’an dari masa ke masa. Menurutnya, esensi dari pengajaran ini terletak pada ketepatan me­todologi yang digunakan. “Dulu kita mengenal metode Baghdadi, sekarang bergeser ke Iqra. Namun, intinya ada pada metodologi yang tepat. Menurut pandangan kami, metode klasik seperti Baghda­diyah sebenarnya merupakan metodologi yang paling pas dan mendalam untuk membentuk struktur pemahaman anak,” tutur Zulkifli.. (pin)