PADANG, METRO–Bidang Bina Usaha & Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat mengadakan Sosialisasi Strategi Hilirisasi dan Ekspor Produk Peternakan untuk UMKM dengan Narasumber Yuli Andayani Direktur utama Transformasi Mandani Indonesia/Master Trainer BSSP RI Asessor,Mentor dan Kosultan Bisnis,pada hari Kamis (25/6) melalui Zoom yang dibuka oleh Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Ir.Sukarli,S.Pt.M.Si diwakili oleh Kabid Bina Usaha & Kelembagaan, Ir.Nirmala Puspita Dewi,S.Pt.M.Si.
Nirmala Puspita Dewi mengatakan sektor Peternakan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi secara nasional terutama dalam penyedian pangan berizi, penciptakan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tantangan kita bukan hanya dalam peningkatan produksi saja tapi lebih bagaimana cara meningkatkan nilai tambah dalam memenuhui standar mutu untuk menjangkau pasar yang lebih luas ke pasar Internasional,” ungkap Nirmala Puspita Dewi.
Dijelaskan Nirmala Puspita Dewi , bahwa kami sebagai pembina lebih menyakini bahwa Hilirisasi ekspor tidak dapat dilakukan secara parsial. Namun perlu diperlukan senergi antara Penthalik Pemerintah adalah model Kolaborasi pembangunan dan inovasi yang menghubungkan pemerintah dengan empat unsur utama lainya Akademisi,Bisnis (swasta), Komunitas (Masyarakat) dan Media. “Untuk di Sumatera Barat harapan kita unit pelaku usaha yang ada total 494 yang terus tumbuh dan berkembang. Dari segi sertifikasi rata rata sudah memiliki sertifikasi secara lengkap. Namun kendala dari mereka terkait ekspor perlu pendampingan maka kegiatan bikin agar pendampingan para UMKM menuju go Internasional dapat tercapai sesuai harapan kita bersama,” tuturnya.
Narasumber Yuli Andayani mengatakan, dari kandang ke pasar global strategi hilirisasi dan ekspor Produk Peternakan untuk UMKM.
Mengapa UMKM peternak harus mulai melirik Pasar Ekspor adalah peluang pasar domestik memiliki keterbatasan daya serap,pasar global memiliki jumlah konsumen yang jauh lebih besar. “Produk Peternakan Indonesia memiliki keunggulan halal,Permintaan produk olahan semakin meningkat,margin keuntungan eospor umumnya lebih tinggi,” sebut Yuli Andayani.
Kata Yuli Andayani , tantangannya adalah persaingan global,standar mutu yang lebih ketat, persyaratan legalitas, konsisten pasokan.
Produk Peternakan yang berpotensi ekspor Unggas (Telur Olahan, telur asin, bubuk telur), sapi (Abon, dendeng, rendang Kemasan, (Gelatin), kambing dan domba (daging beku, produk olahan), susu (susu UHT,Yogurt, Keju Artisan ) dan Produk Sampingan (Pupuk Organik, Pakan Ternak, Tepung tulang).
“Negara tujuan potensial, Asia Tenggara,Timur Tengah dan Asia Timur dan Hambatan Utama UMKM Peternakan adalah produk belum standar, belum memiliki legalitas, kemasan belum siap ekapor, kapasitas produksi terbatas,tidak memahami pasar tujuan,” tuturnya.
Dijelaskannya bawa strategi awal UMKM Peternakan Menuju Ekspor pertama pastikan legalitas ketiga perbaiki kemasan keempat lengkapi sertifikasi,siapkan company profile, buat katalog produk dan ke tujuh mencari buyer. (ped)






