METRO PESISIR

Segera Dikerjakan, Jembatan Darurat Bakal Difungsikan

×

Segera Dikerjakan, Jembatan Darurat Bakal Difungsikan

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN DARURAT TUNTAS— Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, kembali memfungsikan jembatan darurat di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, menyusul rampungnya normalisasi Sungai Batang Anai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat kembali berjalan lancar, sekaligus menjadi solusi sementara hingga pembangunan jembatan permanen direalisasikan BPJN.

PDGPARIAMAN, METRO–Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, kembali memfungsikan jembatan darurat di Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, menyusul rampungnya normalisasi Su­ngai Batang Anai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat kembali berjalan lancar, sekaligus menjadi solusi sementara hingga pembangunan jembatan permanen direalisasikan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padangpariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan jem­batan darurat dapat difungsikan lebih cepat dari jadwal berkat percepatan pekerjaan yang dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat.

Semula, jembatan di­perkirakan baru dapat digunakan dalam waktu tiga hari. Namun, melalui koordinasi dan kolaborasi lintas instansi, akses tersebut berhasil dibuka hanya da­lam waktu dua hari. “Percepatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat, khu­susnya pelajar, pekerja, dan pengguna kendaraan roda dua, dapat kembali berjalan normal tanpa ha­rus menunggu lebih lama,” ujarnya.

Baca Juga  Hindari Hal Tidak Diingini, SMP 1 Kota Pariaman Terapkan e-Tamu

Saat ini, jembatan darurat masih berstatus fungsional dan akan terus di­sempurnakan secara bertahap. Pemerintah berencana menambah pengaman pada sisi kiri dan kanan jembatan guna meningkatkan keselamatan pengguna.

Untuk sementara, jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, kendaraan roda dua, serta kendaraan roda tiga seperti becak. Kendaraan roda empat belum diizinkan me­lintas mengingat kondisi konstruksi yang masih bersifat sementara.

Pemerintah juga me­ngimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat me­lintasi jembatan. Jalur ter­sebut menjadi akses vital yang setiap harinya digunakan oleh lebih dari dua ribu kendaraan, se­hingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama selama masa transisi.

Baca Juga  Genius Umar Akui Bumdes Berkembang Baik

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah menyiapkan pembangunan jembatan permanen yang akan menggantikan akses sementara tersebut. Jembatan baru dirancang memiliki panjang 140 meter, terdiri atas dua bentang masing-masing sepanjang 70 meter dengan lebar enam meter dan menggunakan konstruksi rangka baja.

Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp45,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Kehadiran jembatan permanen diharapkan mampu memulihkan konektivitas kawasan secara menyeluruh sekaligus memperkuat akses transportasi bagi lebih dari 40 ribu masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan ter­sebut. (efa)