KURANJI, METRO — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu perbaikan sejumlah Daerah Irigasi (D.I) yang rusak diterjang banjir pada Senin (3/8) lalu. Langkah cepat ini diambil guna memulihkan kembali pasokan air ke areal persawahan warga di wilayah Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh agar tidak mengganggu siklus tanam para petani.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menegaskan bahwa penanganan di lapangan dilakukan secara bertahap dan terukur berdasarkan tingkat kerusakan infrastruktur irigasi di masing-masing titik.
“D.I Guo Atas yang terdampak telah diatensi oleh anggota kita dengan kegiatan Operasional Pemeliharaan (OP) mulai tanggal 5/8. Kegiatan ini untuk mengatasi aliran irigasi sawah yang terdampak di kawasan Guo Kecamatan Kuranji,” ujar Malvi saat meninjau progres penanganan di lapangan, Jumat (7/8).
Malvi menambahkan, penanganan tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan mencakup beberapa wilayah krusial yang terpantau oleh tim di lapangan.
“Laporan hasil tim monitoring PUPR melalui UPT Irigasi Wilayah 1 di lapangan mencakup penanganan D.I Lolo 1, perbaikan saluran rusak berat sepanjang kurang lebih 10 meter di D.I Ampang Beringin, serta pengerjaan bendungan di D.I Limau Manis. Kegiatan ini dilaksanakan pascabanjir yang melanda Kota Padang, Senin (3/8/2026) lalu,” lanjutnya.
Berdasarkan data di lapangan, untuk D.I Lolo 1 di Kecamatan Kuranji pengerjaannya telah terkontrak dan diperbaiki oleh rekanan CV Erindo Ihsan Persada menggunakan Dana Transfer Ke Daerah (TKD). Sementara itu, pengerjaan kerusakan berat pada saluran D.I Ampang Beringin sepanjang 10 meter langsung ditangani memakai anggaran OP Sumber Daya Air (SDA).
Adapun untuk D.I Limau Manis di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, saat ini telah memasuki tahap perbaikan bendungan oleh CV Generasi Baru. Pihak kontraktor dilaporkan sudah mendirikan direksi keet serta memobilisasi alat berat ke lokasi guna mempercepat proses konstruksi di lapangan. (oza)






