METRO PADANG

Rektor UIN: Pentingnya Moderasi, Indonesia pada Hakikatnya Beragama

×

Rektor UIN: Pentingnya Moderasi, Indonesia pada Hakikatnya Beragama

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd, foto bersama dengan para peserta usai memberikan materi di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, Selasa (12/4).

LUBUK LINTAH,  METRO–Indonesia merupakan negara yang memiliki ma­sya­rakat yang relijius dan semu. Meskipun bukanlah ne­gara agama, masya­rakat lengkap dengan kehidupan beragama dan kemerdekaan beragama dijamin oleh konstitusi. Menjaga keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan menjadi tantangan bagi setiap warga negara Indonesia.­Se­lain itu, moderasi beragama merupakan hal yang menjadi urgensi untuk me­ra­wat Indonesia.

Hal itu disampaikan Rek­­tor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd, saat memberikan materi di hadapan peserta Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama Angkatan I di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, Selasa (12/4).

Baca Juga  Jadi Abdi Negara Selama 40 Tahun, Afria­­­di Pamit, Terima Kasih Semua...

Menurut dia, berkem­bangnya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem) yang mengesampingkan martabat kemanusiaan. Sehingga perlu untuk memperkuat esensi ajaran agama dalam kehidupan. Berkembangnya berbagai iklan kebenaran yang subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik yang berpotensi memicu konflik.

“Sehingga perlu mengelola keberagaman tafsir keagamaan dengan mencerdaskan kehidupan Keberagamaan serta ber­kem­bang nya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan Berbangsa dalam bingkai NKRI,” katanya.

Baca Juga  Wako Hendri Septa Launching Vaksinasi Mobile di Pasar Tanah Kongsi

“Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya men­sosialisasikan program moderasi beragama untuk, mewujudkan sikap tolerasi antar umat beragama di Indonesia,” ujarnya.

Disebutkannya, seba­gai rakyat Indonesia yang beragama harus memberikan keleluasaan pada umat agama lain untuk menjalankan ibadahnya tanpa gangguan. “Di Indonesia beragama pada hakikatnya,  adalah Indonesia dan ber-Indonesia itu pada hakikatnya adalah beragama,” tandasnya.

Kegiatan yang bertemakan Moderasi Beragama  di hadapan peserta Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama, membuat para peserta serius mengikutinya. (hen)