SOLOK, METRO–Pada pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-112 di Kabupaten Solok, untuk sasaran fisiknya dilaksanakan pengecoran jalan penghubung antara Jorong Padang Belimbing menuju Ikua Danau Jorong Ujung Ladang. Nagari Koto Sani X Koto Singkarak
Pekerjaan peningkatan sarana jalan sepanjang 250 meter itu sudah sampai pada proses pemadatan dengan menggunakan material batu dan pasir. Setelah dilakukan proses pemadatan, maka selanjutkan dilaksanakan tahapan peÂngecoran.
Anggota Satgas TMÂMD, Serda Zulwadim Damanik saat berada di lokasi pengerjaan pemadatan jalan tersebut, Kamis (23/9), mengatakan, peÂngerjaan pemadatan jalan dilaksanakan terus dengan dua arah. Yakni dari titik nol dan titik akhir. Dengan peÂngerjaan dua arah ini diharapkan agar cepat selesai dan pengerjaannya berÂÂtemu di titik tengah.
“Berdasar pembagian tugas dan tanggung jawab kerja, saya mendapat tugas pada titik akhir pemadatan jalan,“ ungkapnya. “Diharapkan proses pemadatan jalan bisa selesai dan dilanjut pengecoran sesuai target waktu yang ditentukan,“ pungkasnya.
Dukungan Bibit Pertanian
Sebagai bentuk duÂkuÂngÂan suksesi pelaksanaan TMMD, Dinas Pertanian Kabupaten Solok menyeÂrahkan bibit tanaman keÂras.
Bibit tanaman itu dihantarkan langsung oleh perwakilan Dinas Pertanian ke Posko TMMD di Jorong Padang Belimbing Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok, Kamis (23/9).
Menurut Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0309/Solok Kapten Inf Kristian Napitupulu, bantuan bibit ini merupakan salah satu program dari Dinas Pangan dan Pertanian yang bekerjasama dengan TNI dengan tujuan mendorong ketahanan pangan di wilaÂyah tersebut.
“Kegiatan penanaman ini kolaborasi antara Satgas TMMD dengan Dinas Pangan dan Pertanian. Ratusan bibit ini akan diberikan kepada warga untuk ditanam di lahan-lahan yang kosong milik Nagari, “ terang Pasiter.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Sani DesÂwandi mengatakan, peÂnanaman pohon yang diusung oleh TMMD 112 Kodim 03Â09/Solok, jelas memberikan banyak manÂÂfaat.
“Selain untuk menguÂrangi global warming, peÂnanaman pohon ini nantiÂnya diharapkan berperan untuk mencegah terjadiÂnya longsor. Untuk tanaman buah, sudah pasti bisa untuk konsumsi warga sekitar,“ sebut Deswandi. (fan)






