AGAM/BUKITTINGGI

PKBI Gelar Pelatihan Penguatan Layanan Kesehatan dan Perlindungan Perempuan Pascabencana

×

PKBI Gelar Pelatihan Penguatan Layanan Kesehatan dan Perlindungan Perempuan Pascabencana

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN— PKBI Sumbar menggelar pelatihan penguatan layanan kesehatan seksual dan reproduksi serta perlindungan perempuan dan remaja dalam masa pemulihan pasca bencana banjir, di Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, Rabu (17/6).

AGAM, METRO–Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rak­yat Setda Agam, Yunilson S Sos MM secara resmi membuka pelatihan penguatan layanan kesehatan seksual dan repro­duksi serta perlindungan perempuan dan remaja dalam masa pemulihan pasca bencana banjir, di Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, Rabu (17/6).

Kegiatan yang diselenggarakan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat tersebut diikuti berbagai unsur terkait yang bergerak di bidang kesehatan, perlindungan perempuan, serta pendampingan masyarakat.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan dan remaja, setelah terjadinya bencana.

Dalam sambutannya, Yunilson menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PKBI Sumatera Barat yang telah menggagas kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan ma­syarakat pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam.

Menurutnya, dampak bencana tidak hanya dirasakan pada sektor fisik dan ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ma­syarakat, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi, serta aspek perlindungan sosial bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya.

Baca Juga  94,2 Persen Pajak Kendaraan Plat Merah Sudah Dibayarkan di Kota Bukittinggi

“Bencana sering kali menimbulkan berbagai persoalan yang tidak terlihat secara langsung. Selain kerugian materiil dan kerusakan infrastruktur, terdapat dampak sosial dan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius, terutama bagi perempuan, remaja, anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” ujar Yunilson.

Ia menegaskan,dalam masa pemulihan pasca bencana, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan kembali sarana dan prasarana yang rusak, tetapi juga memastikan pemulihan kualitas hidup ma­syarakat melalui pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial yang memadai.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam memba­ngun sistem layanan yang lebih tangguh, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masya­rakat, terutama saat meng­hadapi situasi darurat maupun masa pemulihan pasca bencana.

“Melalui pelatihan ini, kita ingin memperkuat kapasitas para tenaga pendamping dan pihak terkait agar mampu memberikan layanan yang tepat, cepat, dan berperspektif gender. Dengan demikian, hak-hak perempuan dan remaja tetap terpenuhi meskipun berada dalam kondisi pasca bencana,” kata­nya.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Wisuda 90 Tahfidz SMAN 1 Landbouw Bukittinggi

Yunilson berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mening­katkan pengetahuan serta keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya perlindungan kelompok rentan, sehingga proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kita harus memastikan bahwa perempuan dan remaja yang terdampak bencana tetap memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan, perlin­dungan, serta berbagai hak dasar lainnya. Ini menjadi tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir pemahaman dan langkah- langkah konkret dalam memperkuat layanan kesehatan seksual dan repro­duksi serta perlindungan perempuan dan remaja, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat bangkit dan menjalani proses pemulihan dengan lebih baik. (pry)