PESSEL, METRO – Tidak main – main 10 kilogram Narkoba jenis ganja berhasil diamankan Unit Satnarkoba Polres Pesisir Selatan beberapa hari yang lalu. Hal ini menjadi potret, jika Kabupaten Pesisir Selatan cukup rawan terhadap peredaran narkoba. Oleh karena itu perlu komitmen seluruh komponen terkait, termasuk peran orang tua dalam mengawasi anak – anaknya.
Berdasarkan data didapatkan di lapangan, bahwa hampir seperempat dari penghuni Lapas Kelas II B Painan adalah tahanan Narkoba, rata – rata didominasi kalangan remaja. Wacana pendirian Badan Narkotika Daerah (BNK) di Kabupaten Pesisir Selatan, sepertiya harus segera diwujudkan, karena Kabupaten Pessel rawan dengan Narkoba.
Kasat Narkoba Polres Pessel Iptu Herit Syah menagaskan, selain upaya preventif, upaya pencegahan melalui sosialisasi penyuluhan Narkoba ke sekolah – sekolah, dan Polsek – Polsek terus dilakukan, dalam rangka pencegahan narkoba.
Herit Syah menuturkan, sejak Januari hingga Juni 2019, Polisi Resort Pesisir Selatan melalui Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap sebanyak 15 kasus peredaran Narkotika di daerah itu, 15 kasus yang diungkap tersebut merupakan hasil tangkapan sejak 6 bulan terakhir di wilayah hukumnya.
“Untuk yang 9 kasus, itu berkasnya sudah kami limpahkan ke kejaksaan. Sementara 6 lagi, sedang proses sidik, kemungkinan dalam waktu dekat berkasnya lengkap,” ujar Herit Syah, Minggu (7/7).
Dan, untuk 6 kasus yang sedang ditangani saat itu, tersangka berjumlah 7 orang laki-laki yang berprofesi sebagai kurir. Dikatakanya, hingga kini pihaknya akan berusaha menjangkau kasus yang lebih besar, dikarenakan kondisi daerah masih dalam suasana Pemilu 2019 dan jarak tempuh yang sangat memanjang dari Utara ke Selatan. Dan, baru – baru ini pihaknya baru mengamankan 10 kg ganja.
Namun demikian, ia berharap seluruh intansi terkait mulai dari kecamatan hingga nagari proaktif memerangi Narkoba di wilayah kerja masing-masing. Tak terkecuali peran orangtua, ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda, pada tingkat bawah. (rio)






