SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Perlawanan Masyarakat Silungkang Diperingati

×

Perlawanan Masyarakat Silungkang Diperingati

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Pengurus KAN Silungkang berfoto bersama di tugu peringatan perjuangan masyarakat Silungkang usai memperingati perlawanan masyarakat Silungkang melawan penjajah.

SAWAHLUNTO, METRO–Silungkang merupakan kanagarian yang penuh dengan berbagai sejarah. Kanagarian Silungkang menyelenggarakan peri­ngatan perlawanan rakyat Silungkang dan sekitarnya menghadapi Belanda pa­da tahun 1927, di Tugu Perlawanan Rakyat Silungkang di samping Pasar Silungkang, Selasa (4/1).

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Silungkang Yusri Munir Malin Malano mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut yaitu peletakan karangan bu­nga di depan tugu perlawanan rakyat Silungkang dan pementasan drama yang menampilkan bebe­rapa adegan dalam peristiwa perlawanan rakyat Silungkang terhadap Belanda.

“Kami menyadari pen­tingnya momen dan arti dari perjuangan rakyat Silungkang melawan penjajah Belanda pada 1926/1927 lalu. Kini kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu cara menghargai pengorbanan para pejuang kemerdekaan juga sebagai momen mengena­l­kan dan menggelorakan semangat perjuangan itu kepada masyarakat, khu­susnya generasi muda. Kami tidak ingin, peristiwa sejarah penting ini perlahan lapuk dimakan waktu sehingga dilupakan oleh anak cucu kita nanti,” kata Yusri.

Baca Juga  Pemkab Sijunjung Gelar Rapat Pengadaan ASN Tahun 2024

Yusri menyebutkan, melalui acara peringatan tersebut, turut membuat sejarah itu bisa semakin digali informasinya. Sebab sebelum acara terlebih dahulu melakukan wa­wan­cara dengan para to­koh sejarah terkait untuk mengetahui lebih dalam tentang berbagai data dan kisah dalam momen perlawanan rakyat Silungkang ini.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta yang hadir langsung pada kegiatan itu bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Zohirin Sayuti dan Sekretaris Daerah Dr dr Ambun Kadri, MKM mengatakan peringatan itu berperan penting da­lam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Silungkang.

“Agar sejarah itu tidak terlupakan begitu saja, memang caranya ya ha­rus melalui kegiatan salah satunya seperti ini. Kita berterimakasih pada ma­syarakat Silungkang, telah melakukan kegiatan ini, yang telah turut berkontribusi dalam melestarikan nilai sejarah Sawahlunto,” kata Wali Kota Deri Asta.

Wali Kota menyebut Pemko Sawahlunto siap mendukung kegiatan-ke­giatan seperti itu, sebab sebagai kota wisata yang mengandalkan nilai sejarah dan budaya maka tentu harus didukung dan diberikan perhatian.

Baca Juga  Pasca PSBB, Nihil Ujian Kenaikan Kelas

”Tadi masyarakat Nagari Silungkang telah me­nyampaikan harapan a­gar kegiatan ini dapat masuk dalam agenda resmi ta­hunan Kota Sawahlunto, kemudian kisah dan nilai-nilai perjuangan dalam sejarah itu bisa dimasukkan dalam kurikulum mu­atan lokal di jenjang pendidikan dasar. Kami me­nyetujui ini dan akan se­gera membahasnya bersama DPRD,” kata Wali Kota.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadique yang ternyata orangtuanya pernah dia­singkan Pemerintah Belanda ke Boven Digoel Provinsi Papua pada ta­hun 1927 bersama Bung Hatta dan tokoh-tokoh pejuang dari Nagari Silungkang.

“Saya mengapresiasi sekali acara yang dibuat masyarakat Nagari Silungkang untuk memperingati momen yang sangat bersejarah ini. Nilai-nilai perjuangan itu harus diketahui harus dipahami oleh generasi muda, kegiatan seperti ini sudah tepat sekali untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah tersebut,” kata Shadiq. (pin)