SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Perkuat Kolaborasi dengan BPOM, Pemko Sawahlunto Komit Optimalkan Pengawasan dan Edukasi Keamanan Pangan

×

Perkuat Kolaborasi dengan BPOM, Pemko Sawahlunto Komit Optimalkan Pengawasan dan Edukasi Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini
MONEV— Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, saat Monitoring dan Evaluasi Gerakan Optimalisasi Keamanan Pangan yang digelar bersama BPOM Lokal Sijunjung di Balai Kota Sawahlunto pada Senin (29/6).

SAWAHLUNTO, METRO–Pemerintah Kota Sa­wahlunto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pe­ngawasan dan edukasi keamanan pa­ngan bersama Badan Pe­ngawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya nyata melindungi kesehatan ma­sya­rakat serta meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bermutu di wilayah tersebut.

Komitmen ini ditegaskan dalam acara Monitoring dan Evaluasi Gerakan Optimalisasi Keamanan Pangan yang digelar bersama BPOM Lokal Sijunjung di Balai Kota Sawah­lunto pada Senin (29/6).

Kegiatan penting ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams. Dalam sam­butannya, Sekda me­nyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum eva­luasi sekaligus momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Daerah, BP­OM, dan berbagai pe­mang­­ku kepentingan.  “Si­nergi ini bertujuan memastikan keamanan pa­ngan yang beredar di te­ngah masyarakat melalui pengawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkap Sekda Rovanly Abdams,  .

Baca Juga  Wali Kota Cup Binaraga dan Fitnes 2025, Riyanda: Hasil Donasi Diserahkan pada Korban Bencana

Dikatakan Sekda Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, bahwa peme­rintah Kota Sawahlunto terus memperkuat pendekatan berbasis komunitas.  “Ka­mi melibatkan sekolah, perangkat Pemerintah, hingga kelompok-kelompok masyarakat dalam memberikan edukasi, pen­dampingan, dan pengawasan keamanan pangan,” ujar Rovanly.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa ke­terlibatan aktif dari masyarakat merupakan faktor kunci dalam membangun kesadaran bersama. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa lebih cerdas dan man­diri dalam memilih, me­ngolah, serta mengonsumsi pangan yang aman untuk keluarga.

Sekda Sawahlunto optimistis pen­dekatan kola­boratif ini mampu memperluas jangkauan pengawasan di lapangan. Selain itu, pola ini dinilai mempercepat penyebarluasan informasi mengenai ke­amanan pangan hingga ke tingkat lingkungan ter­kecil. “Ke depan, sinergi antara pemerintah, BP­OM, dunia pendidikan, dan berbagai komunitas di Sawahlunto akan terus diperkuat agar upaya pen­cegahan terhadap risiko pangan berbahaya dapat berjalan jauh lebih efektif,” sebutnya. (pin)