AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, menggelar diskusi khusus bersama para penyuluh pertanian dari beberapa kecamatan di Kabupaten Agam. Pertemuan ini berlangsung di Rumah Makan Pondok Baselo, Biaro, Kecamatan Ampek Angkek.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat, khususnya terkait pemanfaatan sekitar 700 hektar lahan terlantar atau sawah yang terdampak kekeringan di wilayah Agam.
Menurutnya, lahan yang tidak lagi produktif itu akan diarahkan untuk ditanami jagung sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan daerah.
“Lahan yang tidak lagi produktif perlu segera kita manfaatkan untuk jagung. Penyuluh punya peran penting untuk mengedukasi masyarakat agar mau beralih, sehingga hasilnya dapat meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung program pangan daerah,” ujar Bupati.
Selain itu, Bupati juga menegaskan perlunya pendataan lahan secara akurat di lima kecamatan, yakni Kamang Magek, Tilatang Kamang, Canduang, Baso, dan Ampek Angkek. Data tersebut, katanya, akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pertanian yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Diskusi ini tidak hanya membahas pemanfaatan lahan, tetapi juga menjadi wadah komunikasi antara pemerintah daerah dan para penyuluh pertanian. Melalui forum ini, berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan dapat didengar langsung, sekaligus dicarikan solusi bersama.
Bupati berharap para penyuluh semakin aktif mendampingi petani, agar program pemerintah benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (pry)






