METRO SUMBAR

Pentingnya Peran Ormas dalam Pemajuan Kebudayaan Minangkabau

×

Pentingnya Peran Ormas dalam Pemajuan Kebudayaan Minangkabau

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya upaya pemajuan kebudayaan berbasis filosofi Adat Basandi Sya­rak-Syarak Basandi Kita­bullah (ABS-SBK) di Sumbar. Seluruh pihak, terlebih lagi organisasi kemasya­rakat (Ormas), juga berkewajiban dalam upaya pemajuan kebudayaan di te­ngah gelombang peradaban dunia modern seperti sekarang.

Hal itu disampaikan Gu­bernur saat menghadiri acara Deklarasi ormas A­ma­nah Rang Minang (ARMI) di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, Minggu (5/11). Gubernur memyebutkan, bahwa u­paya pemajuan kebuda­ya­an adalah kegiayan yang dijamin pelaksanaannya oleh negara.

“ABS-SBK kita pahami sebagai falsafah masya­rakat Minangkabau, yang menyepakati bahwa semua perilaku kehidupan sehari-hari  individu maupun dalam kelompok harus berlandas pada syari’at Islam, yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Pandangan lain juga menilai bahwa ABS-SBK sesungguhnya adalah krista­lisasi dari ajaran hukum alam berupa sunnah nabi,” ucap Gubernur.

Baca Juga  Modal Peningkatan PAD Pasaman, Sabar AS: Success Story Pembangunan Pembangkit Listrik Geothermal Bonjol

Mahyeldi menegaskan, bahwa negara telah me­ngesahkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat, yang di dalamnya disebutkan bahwa Sumbar memiliki karakteristik da­lam hal adat dan budaya, yaitu berlandaskan pada filosofi ABS-SBK.

“Dalam hal upaya pemjuan kebudayaan, kita harus menempuh langkah-langkah strategis berupa pelindungan, pengemba­ngan, pemanfaatan, dan pembinaan praktik-praktik kebudayaan. Tentu kita semua berharap ARMI turut sktif memajukan kebuda­yaan Minangkabau di te­ngah peradaban dunia modern saat ini,” ucap Mahyeldi lagi.

Baca Juga  Kader PKK Padang Panjang  Ikuti Lomba Paduan Suara dan Senam Kreasi

Dalam kegiatan deklarasi tersebut, terdapat tiga poin utama yang ditandatangani oleh Gubernur Mahyeldi bersama ARMI. Pertama, Pengukuhan kem­bali ABS-SBK melalui program Baliak Banagari, Baliak Basurau, dan mendorong BAM kembali masuk dalam pelajaran di sekolah dan madrasah.

Poin kedua, Pengaplikasian Adat Salingka Nagari yang difokuskan untuk me­nyelamatkan masyarakat Minangkabau dari penyakit masyarakat (pekat), seperti judi, minuman ke­ras, pergaulan bebas, zina, LGBT, narkoba dan perilaku menyimpang lainnya. Poin keempat, ARMI siap ber­sinergi dengan Alim Ulama, Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Bundo Kanduan, Wali Nagari, Parik Paga Nagari untuk menciptakan keamanan dan etertiban dalam bermasyarakat. (fan)