BERITA UTAMA

Pemulung Tak Sadarkan Diri usai Jatuh ke Banda Bakali, Korban Pusing saat Kendarai Betor

×

Pemulung Tak Sadarkan Diri usai Jatuh ke Banda Bakali, Korban Pusing saat Kendarai Betor

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Petugas Damkar mengevakuasi pemulung yang jatuh ke aliran Banda Bakali, kawasan GOR H Agus Salim Padang.

PADANG, METROSeorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung ditemukan dengan kondisi tak sadarkan diri usai terjatuh ke aliran Banda Bakali, dekat RM Sederhana, kawasan GOR Haji, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Minggu (7/6) sekitar pukul 01.38 WIB.

Beruntung, peristiwa ini cepat dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Dam­kar) Padang. Korban diketahui bernama Hendri (47) yang merupakan warga Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, langsung dievakuasi petugas Dam­kar dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Ri­naldi mengatakan, korban diduga mengalami pusing saat mengemudikan becak motor miliknya saat melaju di jalan pinggir Banda Bakali, GOR H Agus Salim.

“Korban yang merasa saat mengendarai becak motornya di dekat Banda Bakali kawasan GOR Haji Agus Salim. Korban berhentikan becak motornya lalu korban korban terjatuh ke dalam Banda Bakali hingga tak sadarkan diri,” ungkap Rinaldi.

Baca Juga  Syarat, Hukum, dan Ketentuan Puasa Ramadhan

Rinaldi menambahkan, warga yang melihat korban tergeletak tidak sadarkan diri kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang melalui layanan darurat.

“Laporan diterima petugas pada pukul 01.38 WIB. Hanya dalam hitungan me­nit, satu menit setelah laporan masuk, unit Damkar langsung diberangkatkan pada pukul 01.39 WIB dan berhasil tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.44 WIB menempuh jarak sekitar 400 meter dari pos terdekat,” jelas Rinaldi.

Menurut Rinaldi, sebanyak delapan personel dikerahkan menggunakan dua unit armada, yakni armada rescue dan armada komando, di bawah koordinasi Peleton C Damkar Kota Padang.

“Proses evakuasi berlangsung cukup panjang. Tim penyelamat baru me­nun­taskan seluruh penanganan pada pukul 02.59 WIB, atau sekitar 80 menit sejak laporan pertama diterima. Meski sempat da­lam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri, korban dinyatakan masih hidup setelah berhasil dievakuasi oleh petugas,” tutur dia.

Baca Juga  Ketepatan Administrasi dan Akurasi Diagnosis Medis, RSUP Dr. M. Djamil Raih Penghargaan Form and Diagnosis Accuracy Champion dari PT Jasa Raharja

Rinaldi memastikan bah­wa korban dalam kondisi hidup setelah berhasil diselamatkan tim rescue. Setelah mendapat penanganan awal, Hendri sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.  Namun me­ng­ingat kondisinya yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapatkan tindakan me­­dis berikutnya.

“Korban masih hidup. Setelah dievakuasi, korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, namun kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil untuk penanganan lebih lanjut. Kami mengimbau ma­sya­rakat agar tidak ra­gu menghubungi layanan darurat apabila membutuhkan bantuan kami,” tutup dia. (*)