SAWAHLUNTO, METRO – Menanamkan makna Isra Mikraj di kalangan generasi muda, pemuda Desa Lunto Barat, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto menggelar Islamic Adventure. Penggagas Islamic Adventure, Yandre Hari Vella mengatakan, dalam kegiatan ini, generasi muda diajak berpetualang.
“Didalamnya disisipkan dengan pengetahuan tentang ilmu agama Islam. Ide ini muncul, dari kawan-kawan pemuda yang memiliki hobi petualangan serta yang aktif di kegiatan Pramuka,” ujarnya.
Selain itu terang Yandre, tujuannya untuk mengajak anak-anak dan remaja atau lebih populer dengan sebutan generasi milenial, untuk melakukan kegiatan yang positif di hari libur dengan formula yang tidak membosankan.
“Selama ini, mereka mengisi hari liburnya lebih banyak tiduran di rumah, menonton televisi atau yang paling trend bermain smartphone,” katanya di Desa Lunto Barat, Rabu (3/4).
Yandre menambahkan, 100 peserta yang mengikuti Islamic Adventure tersebut, dibagi menjadi 20 kelompok. Dengan begitu ada 5 orang setiap kelompok. Setiap kelompok melewati beberapa pos dengan tantangan yang menarik yang bermuatan intelegensi question, emosional question dan spritual question.
“Pos pertama dinamakan Masjidil Haram, dari Masjidil Haram mereka diminta ke pos Masjidil Aqsha. Dalam perjalanannya mereka akan menemui pos godaan, disini yang diminta intelegensi questionnya. Kemudian pos cobaan, yang diminta disini emosional questionnya,” tambahnya.
Setelah melewati dua pos tersebut, sampai di sampai di pos Masjidil Aqsha, mereka akan melewati tantangan sambung ayat.
“Kebetulan surat Al Isra ayat merupakan dalil tentang Isra Mikraj. Disini mereka diberikan potongan ayat tersebut, mereka diminta untuk menyambungnya,” ungkapnya.
Selanjutnya ungkap Yandre, barulah proses naik ke langit atau pos Sidratul Muntaha. Di pos ini mereka menghadapi tantangan story telling. Mereka diminta menceritakan setiap tantangan di pos-pos yang dilewati, akan diberikan penilaian.
“Nilai masing-masing kelompok akan dijumlahkan, enam kelompok dengan nilai terbaik akan diberikan hadiah yang sudah disiapkan oleh panitia,” ulasnya.
Sementara itu, salah seorang pemuda Lunto Barat, Anggi Adhasmi mengatakan, kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan bagi anak-anak disini. “Mereka sangat antusias, karena game-game diikuti tidak membosankan dan penuh dengan pelajaran,” katanya.
“Semoga kegiatan Islamic Adventure ini terus berlangsung di kemudian hari, dalam hari-hari besar Islam lainnya dengan tema yang yang berhubungan dengan hari yang diperingati,” tukasnya. (zek)






