SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahjlunto mengajak sekolah dan orang tua memperkuat pengawasan terhadap pelajar SMP setelah menemukan kecenderungan meningkatnya persoalan sosial pada kelompok usia yang lebih muda berdasarkan hasil pemantauan di lapangan. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, di Sawahlunto, mengatakan laporan dari Kecamatan Talawi menunjukkan sejumlah pelajar usia SMP terlibat dalam aktivitas nongkrong hingga larut malam, balap liar, pergaulan yang berpotensi berdampak negatif, serta tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena sebelumnya persoalan serupa lebih banyak ditemukan pada kelompok usia SMA dan SMK.
Ditegaskan Wako Riyanda, bahwa pemerintah daerah meminta Dinas Pendidikan melakukan kajian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya persoalan tersebut, termasuk lingkungan pergaulan, aktivitas di luar jam sekolah, dan pola pengawasan keluarga.
Selain itu, para camat diminta turun langsung ke sekolah-sekolah tingkat SMP untuk melakukan pemetaan kondisi di lapangan, mengidentifikasi kelompok rentan, serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi persoalan sosial yang melibatkan remaja. “Hasil kajian dan pemetaan itu akan menjadi dasar penyusunan langkah pembinaan dan pencegahan yang lebih tepat sasaran,” kata Riyanda.
Pemerintah daerah juga akan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga dalam memperkuat pengawasan sosial dan pembinaan karakter remaja di lingkungan masing-masing.
Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra mengatakan kepolisian melalui jajaran Bhabinkamtibmas turut meningkatkan koordinasi dengan sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya pencegahan. “Kami membangun kesadaran para orang tua agar lebih peduli dan aktif mengingatkan anak-anak mereka. Keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam mencegah remaja terlibat dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” katanya. (pin)






