SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Pemko Sawahlunto Ajak Sekolah, Pengawasan RemajaSMP Diperkuat

×

Pemko Sawahlunto Ajak Sekolah, Pengawasan RemajaSMP Diperkuat

Sebarkan artikel ini
ARAHAN— Wali Kota Sawahlunto Riyanda didampingi Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra berikan arahan pada kegiatan kemarin.

SAWAHLUNTO, METRO–Pemko Sawahjlunto mengajak sekolah dan o­rang tua memperkuat pe­ngawasan terhadap pelajar SMP setelah menemukan kecenderungan me­ningkatnya persoalan so­sial pada kelompok usia yang lebih muda berda­sarkan hasil pemantauan di lapangan. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, di Sawahlunto, mengatakan laporan dari Kecamatan Talawi menunjukkan sejumlah pelajar usia SMP terlibat dalam aktivitas nongkrong hingga la­rut malam, balap liar, pergaulan yang berpotensi berdampak negatif, serta tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena sebelum­nya persoalan serupa le­bih banyak ditemukan pada kelompok usia SMA dan SMK.

Ditegaskan Wako Ri­yanda, bahwa pemerintah daerah meminta Dinas Pendidikan melakukan kajian untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mem­­pengaruhi munculnya persoalan tersebut, termasuk lingkungan pergaulan, aktivitas di luar jam sekolah, dan pola pengawasan keluarga.

Selain itu, para camat diminta turun langsung ke sekolah-sekolah tingkat SMP untuk melakukan pe­metaan kondisi di lapa­ngan, mengidentifikasi ke­lompok rentan, serta mem­perkuat deteksi dini terhadap potensi perso­alan sosial yang melibatkan remaja. “Hasil kajian dan pemetaan itu akan menjadi dasar penyusunan langkah pembinaan dan pencegahan yang lebih tepat sasaran,” kata Riyanda.

Baca Juga  Evaluasi SAKIP perangkat Daerah Tahun 2023, Diskominfo Sijunjung Raih Peringkat Pertama

Pemerintah daerah juga akan melibatkan to­koh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta keluarga dalam memper­kuat pengawasan sosial dan pembinaan karakter remaja di lingkungan ma­sing-masing.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra mengatakan kepolisian melalui jajaran Bhabinkamtibmas turut meningkatkan koordinasi dengan sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya pencegahan. “Kami membangun kesadaran para orang tua agar lebih peduli dan aktif mengingatkan anak-anak mereka. Keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial men­jadi faktor penting dalam mencegah remaja terlibat dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan,” katanya. (pin)