METRO PADANG

Pemko Padang Fokus Matangkan Progul, Soroti Inovasi dan Permasalahan Sosial

×

Pemko Padang Fokus Matangkan Progul, Soroti Inovasi dan Permasalahan Sosial

Sebarkan artikel ini
WEEKLY MEETING— Sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN Pemko mengikuti weekly meeting bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, di Ruang Abu Bakar Jaar Balaikota Padang, Senin (21/4).

AIAPACAH, METRO–Pemerintah Kota Padang terus mematangkan arah  pembangunan melalui program unggulan (progul) lima tahun ke depan. Dalam hal ini, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa setiap program harus dirancang dengan strategi yang jelas, bertahap, dan berorientasi pada penyelesaian masalah di masyarakat.

“Dalam perjalanannya, setiap progul akan mencapai titik-titik krusial yang memer­lukan solusi konkret. Untuk itu, ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk tidak hanya membuat pe­ren­canaan, tetapi juga me­lakukan tindak lanjut se­cara berkala serta mela­por­kan progres,” jelas Wali Kota Padang, Fadly Amran saat rapat weekly meeting di Ruang Abu Bakar Jaar, Senin (21/4).

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya follow up terhadap setiap permasalahan yang ada dan dilaporkan secara berkala.

“Inovasi terhadap setiap persoalan sangat di­per­lukan, sehingga memberikan dampak nyata bagi warga,” ujarnya.

Fadly Amran  turut me­ng­apresiasi sejumlah kegiatan yang telah terlaksana, seperti fun walk bersama Gebu Minang dan Pemko Padang dan Blue Ocean Minang Run. Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut harus terus ditingkatkan dan dikemas lebih luar biasa ke depannya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Ia menilai bahwa iven yang telah terlaksana memiliki pengaruh besar, terutama terhadap perekonomian dan citra kota Padang.

Baca Juga  Operasi Antik, 3 Pengedar Digulung dalam Semalam di Kota Padang

“Hotel-hotel ramai, dan ini harus dimaksimalkan. Ke depan, iven-iven lain juga harus terus diadakan agar semakin viral dan familiar di masyarakat,” katanya.

Disisi lain, Maigus  juga menyoroti persoalan sosial yang masih terjadi, seperti tawuran, perlunya si­kap tegas, pemberian sanksi, serta penguatan komunikasi dan mensosialisasi program unggulan mulai dari kelurahan RT, RW dan stakeholder lainnya.

“Tak kalah penting, agar revitalisasi pasar dilakukan dengan skala prioritas. Kita harus melihat apa yang benar-benar perlu dibenahi, sehingga keberadaan pasar bisa lebih representatif,” pungkasnya. (brm)