METRO SUMBAR

Pemkab Percepat Penanganan Darurat Transportasi

×

Pemkab Percepat Penanganan Darurat Transportasi

Sebarkan artikel ini
TINJAU—Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis bersama Penjabat Sekretaris Daerah Hendra Aswara saat meninjau langsung enam titik bencana, kemarin.

PDG.PARIAMAN, METRO–Hujan berintensitas ting­gi yang mengguyur Kabupaten Padangpariaman sejak awal pekan me­micu longsor dan kerusakan jalan di sejumlah wi­layah. Kemarin, Pemerintah Kabupaten Padangpa­riaman bergerak mempercepat penanganan darurat agar akses transportasi masyarakat segera pulih dan aktivitas ekonomi tidak terganggu lebih lama.

Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis ber­­sama Penjabat Sekretaris Daerah Hendra As­wara meninjau langsung enam titik bencana, kemarin, melalui kegiatan putar roda, jemput aspirasi untuk mendorong pembangunan daerah,  dengan menggunakan sepeda motor. Cara itu dipilih agar rombongan dapat menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda empat sekaligus melihat langsung kondisi kerusakan di lapangan.

Rombongan turut diikuti sejumlah kepala orga­nisasi perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas PUPR, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Satpol PP Dam­kar, Kepala Dinas Perdagangan- Tenaga Kerja- Koperasi dan UKM, Sekwan, Kepala Dinas PMD, Kadis Parpora, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Pertanian, Kabid Dinas Perhubungan, Plt Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta Camat IV Koto Aur Malintang dan Camat V Koto Timur.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat telah berjalan, mulai dari pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor, evakuasi pohon tumbang, pembangunan jalur alternatif, hingga penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Baca Juga  Bupati Lantik 54 Pejabat Baru

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan. Di kawasan tersebut, badan jalan ambles sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter sehingga akses transportasi terputus total.

Melihat kondisi tersebut, Bupati John Kenedy Azis langsung menginstruksikan Dinas PUPR membangun jalan darurat dengan trase baru agar mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan. Perbaikan permanen ruas jalan itu juga ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daerah pada tahun 2026. Instruksi serupa diberikan terhadap beberapa titik jalan lain di Sungai Pingai yang mengalami kerusakan. Pemerintah meminta jalur sementara segera dibuka sembari menyiapkan penanganan permanen.

Di Kecamatan V Koto Timur, kerusakan juga terjadi pada ruas jalan di Nagari Kudu Gantiang. Untuk sementara, arus kenda­raan dialihkan melalui jalan lingkar yang melewati Kantor Camat V Koto Timur. Pemerintah menargetkan perbaikan permanen dapat direalisasikan pada ta­hun anggaran 2026.

Menurut John Kenedy Azis, sebagian lokasi yang mengalami longsor sebenarnya telah masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi. Karena itu, pemerintah daerah akan mempercepat proses administrasi dan penganggaran agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

Baca Juga  Tingkatkan PAD, Dishub Tertiban Kendaraan Angkutan Barang

Selain melakukan penanganan di lapangan, Pemerintah Kabupaten Pa­dang Pariaman terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, BNPB, Pemerintah Provinsi Su­matera Barat, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penda­taan kerusakan, distribusi bantuan, serta pemulihan infrastruktur yang terdampak.

Pemerintah daerah ju­ga mengakui keterba­tasan alat berat masih menjadi tantangan dalam mempercepat pembersihan material longsor. Oleh karena itu, dukungan peralatan terus diupayakan agar pro­ses pembukaan akses jalan dapat berlangsung lebih cepat. Di sisi lain, kebutuhan logistik seperti terpal, kasur, selimut, dan family kit juga terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bupati mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspa­daan mengingat kondisi cuaca masih belum stabil. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan, lereng, maupun di sepanjang aliran sungai diminta mengurangi aktivitas yang be­risiko serta segera melapor kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor atau bencana lainnya.

“Pemerintah akan terus berupaya agar seluruh dampak bencana dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, disertai percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi,” ujar John Kenedy Azis. (efa)