AGAM/BUKITTINGGI

Pemkab Agam Optimis BUMD jadi Motor Penggerak Ekonomi

×

Pemkab Agam Optimis BUMD jadi Motor Penggerak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam optimis keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat menjadi motor penggerak perekonomian pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu.

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam optimis keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat menjadi motor penggerak perekonomian pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di da­erah itu. Pemkab Agam menargetkan BUMD itu berdiri pada tahun 2022. Tahap awal, BUMD tersebut bergerak pada pema­saran produk dan mengontrol kualitas produk usaha kecil mikro dan menangah.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperin­dag­kop UKM) Kabupaten Agam, Drs Dedi Asmar mengatakan pendirian BUMD bertujuan menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan sejahtera. “Dapat dikatakan BUMD ini nantinya menjadi wadah pemberdayaan pelaku usaha di Kabupaten Agam. Melalui BUMD, mereka akan terorganisir dalam manajemen yang baik,” ujar Dedi.

Diterangkan Dedi, selain memberdayakan pelaku UMKM, melalui BUMD nantinya akan membantu promosi dan pemasaran produk masyarakat. BUMD juga berperan sebagai klinik kewirausahaan sehingga produk yang dihasilkan pelaku usaha di Kabupaten Agam lebih layak bersaing. “Secara perlahan hal itu akan menjadi fokus pemberdayaan dari pendirian BUMD, tujuan akhirnya adalah pelaku umkm Agam menjadi lebih tangguh, baik dari segi kualitas maupun perekonomian,” ujar Dedi.

Baca Juga  Lima Bayi Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia

Menurutnya, 15.000 ma­­syarakat Kabupaten Agam merupakan bagian dari 59,2 juta pelaku UMKM di Indonesia. Sebagian besar keluhan pelaku UMKM yang ditemui pihaknya ada­lah soal promosi, pe­ma­saran, dan permodalan.

Sehingga secara bertahap sambungnya, dinasnya terus memperkuat forum UMKM yang ada di daerah itu, baik tingkat kabupaten, kecamatan, hingga nagari. Selain itu, dinasnya juga menjalin kemitraan dengan sejumlah perbankan dalam rangka memperkuat pelaku UM­KM. Menurutnya, jika UM­KM kuat maka perekonomian pun akan tumbuh.

Baca Juga  RSAM Bukittinggi Menuju Kelas A, Perkuat Layanan Rujukan di Sumbar

“Yang tidak kalah pentingnya, da­lam rangka memperkuat kewirausahaan di Kabupaten Agam juga diperlukan pendamping UMKM ter­sendiri di setiap kecamatan yang bertugas meng­koor­dinir, me­rangkum, corong dan penerima informasi sekelumit tentang usaha masya­ra­kat,” jelas Dedi.

Ditambahkannya, BUMD kedepan juga akan meproduksi air minum dalam kemasan dengan merek Agam yang dikelola melalui PDAM lalu dipromosikan serta dipasarkan melalui BUMD Pemkab Agam.

Hal senada juga diutarakan Kepala Bagian Pe­rekonomian Setdakab Agam, Widyastuti, SE. Disebutkan, pendirian BUMD merupakan salah strategi meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Agam. “BUMD dapat menjadi wadah pemasaran produk-produk usaha masyarakat, baik produk UMKM, pertanian dan peternakan,” ujar Dedi. (pry)