PADANG, METRO–Pemanfaatan Dana Desa tahun 2021 diarahkan untuk menunjang adabtasi kebiasaan baru dan pemulihan ekonomi desa yang terdampak oleh COVID-19 sesuai Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020.
āFokus pemanfaatannya agak bergeser. Pada 2020 difokuskan pada penanganan Covid-19, pada 2021 mulai lebih diarahkan kepada pemulihan ekonomi meski tetap ada porsi untuk penanganan pandemi,ā kata Gubernur Sumatera Barat, MahĀyeldi dalam Rapat Koordinasi Provinsi Sumbar dalam Rangka percepatan Dana Desa tahun 2021 dan Isu Strategis tahun 2022 di Hotel Royal Denai, Bukitinggi, kemarin.
Sesuai Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020 disebutkan prioritas penggunaan Dana Desa 2021 adalah untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan di desa atau Sustainable Development Goals Desa (SDGs Desa).
SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan desaĀ tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring dan desa tanggap budaya. SDGs menjadi acuan pembangunan desa 2020-2024.
Dalam kesempatan itu Gubernur memberikan apresiasi kepada Kabupaten Pasaman yang telah menyelesaikan pendataan SDGs hingga 100 persen untuk 37 nagari secara tepat waktu.
āMudah-mudahan daerah lain bisa mengikuti Pasaman agar program Dana Desa juga bisa maksimal dimanfaatkan,ā ujarnya.
Ia berharap rapat koordinasi yang digelar bisa menjadi wadah untuk saling memberikan pengaĀlaman dan pemahaman untuk pembangunandesa yang lebih baik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal mengataĀkan program dan kegiatan dalam percepatan pencapaian SDGs Desa dilakukan melalui beberapa kegiatan diantaranya pemulihan ekonomi sesuai kewenangan desa seperti revitalisasi dan pemĀbentukan BUMDes serta pengembangan ekonomi produktif.
Program prioritas nasional sesuai kewenangan desa seperti pendataan, pemetaan potensi dan sumber daya, dan pengembanganteknologi informasi serta desa wisata.
Kemudian penanganan Covid-19 dengan aloĀkasi 8 persen dari Dana Desa.
Menurutnya salah satu pendekatan yang digagas di Sumbar adalah memperkokoh semangat gotong royong serta melestarikan kearifan lokal yang diterjemahkan menjadi Nagari Tageh.
āNagari Tageh mendorong untuk maĀsyaĀrakat desa/nagari untuk berinisiatif dalam mengatasi masalah Covid-19 secara mandiri diantaranya dengan penyediaan rumah isolasi nagari, dapur umum hingga lumbung pangan,ā sebutnya. (fan)






