METRO SUMBAR

Pelepasan PPIH Kabupaten Pasaman, Bupati Welly Suhery: Melayani Tamu Allah adalah Amanah Mulia

×

Pelepasan PPIH Kabupaten Pasaman, Bupati Welly Suhery: Melayani Tamu Allah adalah Amanah Mulia

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, METRO–Suasana religius me­nyelimuti Masjid Agung Al-Muttaqin Lubuk Sikaping saat Pemerintah Kabupa­ten Pasaman menggelar rutin Wirid ASN sekaligus pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PP­IH) Arab Saudi asal Kabupaten Pasaman, Jumat (10/4). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, dan diikuti dengan khidmat oleh seluruh Aparatur Sipil Ne­gara (ASN).

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pasaman, H. Muksinin, S.Ag., M.Pd. Dalam la­porannya, H. Muksinin me­nyampaikan rasa syukur atas terpilihnya dua ASN Pasaman sebagai petugas PPIH Arab Saudi tahun 2026.

“Ini adalah anugerah besar, mengingat tidak semua daerah di Indonesia memiliki kesempatan mengirimkan petugasnya. Seleksi ini sangat terbatas, di mana untuk formasi Kementerian Haji di Suma­tera Barat hanya ada enam orang yang lolos, salah satunya dari Pasaman. Begitu juga dengan tenaga kesehatan yang hanya terpilih tiga orang perawat, satu di antaranya merupakan perwakilan kita,” lapor H. Muksinin.

Baca Juga  Tergerus Batang Sungai Sariak Jalan Provinsi dan Kabupaten Amblas

Lebih lanjut disebutkan bahwa jamaah haji asal Kabupaten Pasaman yang berjumlah 193 orang dijadwalkan akan dilepas secara resmi pada 3 Mei 2026 mendatang. Jemaah Pasaman tergabung dalam Klo­ter 10 bersama Kabupaten Pasaman Barat. Adapun para petugas yang dilepas hari ini akan bertugas di Tanah Suci selama kurang lebih 75 hari, dimulai de­ngan keberangkatan menuju Jakarta pada Selasa pekan depan.

Dalam arahannya, Bupati Welly Suhery memberikan penekanan khusus terkait kedisiplinan ASN. Beliau menegaskan bahwa kehadiran dalam Wirid ASN memiliki bobot disiplin yang sama dengan Apel Organik. “Kehadiran di wirid ini disiplinnya sama se­perti apel organik, tidak ada pengecualian. Mari kita maknai kegiatan ini bukan sebagai paksaan, melainkan ruang untuk menata hati dan menguatkan niat sebagai pelayan ma­sya­rakat,” tegas Bupati.

Momen puncak kegiatan adalah pelepasan dua srikandi terbaik Kabupaten Pasaman yang berhasil lolos seleksi ketat sebagai petugas haji tahun 2026, yaitu Imelda, S.Ag. (sebagai pengatur akomodasi ibadah haji), Hj. Nelvia Yeni, S.Kep. (sebagai tenaga kesehatan).

Baca Juga  Putus Mata Rantai Covid-19, Pemko Sawahlunto Berlakukan PSBB

Bupati menyampaikan rasa bangganya karena keberangkatan mereka merupakan hasil seleksi kompetensi yang kompetitif sebagai wakil negara.

“Saudari berdua menjalankan tugas yang bernilai ibadah sangat tinggi. Saya berpesan agar jalankan amanah ini dengan ikhlas dan jaga nama baik Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman. Doa kami semua menyertai kebe­rangkatan kalian agar sehat selalu dan mendapat kemudahan dalam mela­yani jamaah,” ujar Welly Suhery penuh haru.

Setelah prosesi pelepasan secara simbolis, aca­ra dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz M. Iqbal, S.Pd.I. yang mengupas tentang hakikat manusia yang bersyukur. Merujuk pada Surah At-Tin, Ustadz Iqbal mengingatkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang paling baik, maka sudah sepatutnya nikmat tersebut disyukuri dengan meningkatkan pengabdian dan menjaga kemuliaan akhlak dalam bekerja. (ped/rel)