METRO SUMBAR

Pariaman Berada di Zona Paling Rentan Bencana, Genius: Relawan dari PMI dan Sibat Penting

×

Pariaman Berada di Zona Paling Rentan Bencana, Genius: Relawan dari PMI dan Sibat Penting

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN— Wali Kota Pariaman Genius Umar saat menghadiri pelantikan pengurus PMI Kecamatan, sekaligus pembukaan Orientasi Pengurus PMI Kecamatan, dan pelatihan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

 

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan Kota Pariaman berada di zona merah atau zona yang paling rentan dengan bencana, karena itu perlu kesiapan bersama untuk menyiapkan diri dengan baik mulai dari pra bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana.

“Salah satunya dengan adanya relawan dari PMI dan SIBAT sebagai kelompok siaga bencana, yang ada di tengah masya­ra­kat,” kata Walikota Pariaman Genius Umar, kema­rin, saat pelantikan pengurus PMI Kecamatan se Ko­ta Pariaman, sekaligus pembukaan Orientasi Pengurus PMI Kecamatan, dan pelatihan relawan siaga Bencana Berbasis ma­sya­rakat (SIBAT) se Kota Pariaman tahun 2023.

Katanya, peran PMI sebagai relawan juga menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana, se­kaligus mendukung ber­bagai program yang ada di Kota Pariaman, karena PMI selalu hadir di setiap kegiatan sampai di destinasi wisata yang kita punya, ucapnya.

Baca Juga  35 Orang Positif Covid-19 di Pessel, 84 Meninggal

“Para pengurus dan relawan PMI selalu hadir di setiap kegiatan yang kita buat, padahal mereka be­kerja tanpa pamrih, tidak digaji, bekerja dengan hati, karena itu kami atas nama pribadi dan pemerintah, memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh relawan dan pengurus PMI Kota Pariaman dan jajaranya,” ungkapnya.

Kedepan, Genius me­ngatakan, dengan semakin solidnya PMI Kota Pariaman, mulai dari tingkat Kota, Kecamatan sampai Desa/Kelurahan nantinya, akan berdampak semakin baiknya SDM dan peran PMI dalam mendukung program pemerintah.

“Kepada peserta pe­latihan SIBAT, kami berharap, melalui pelatihan yang kita lakukan hari ini, para peserta memiliki pe­ngetahuan dan informasi dasar relawan, sehingga pada saat terjadi bencana dapat berfungsi dengan maksimal, efektif dan efi­sien serta mengetahui tugas dan fungsinya sebagai relawan,” tukasnya.

Baca Juga  Irjen  Kemenkumham Kunjungi LP Kelas II B Pariaman

Dia berpesan agar para relawan PMI dan peserta pelatihan SIBAT, benar-benar dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya dan dapat mengambil ilmu secara maksimal dari para narasumber dan instruktur yang diundang.

“Relawan yang cakap, efektif dan efisien sangat ditentukan oleh informasi, pengalaman dan pelatihan yang diterimanya, sehingga mereka memiliki pe­ngetahuan dasar yang cu­kup sebelum terjun ke da­erah bencana, karena itu de­ngan adanya kegiatan ini, hal tersebut dapat kita wujudkan,” tandasnya. (efa)