PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan Kota Pariaman berada di zona merah atau zona yang paling rentan dengan bencana, karena itu perlu kesiapan bersama untuk menyiapkan diri dengan baik mulai dari pra bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana.
“Salah satunya dengan adanya relawan dari PMI dan SIBAT sebagai kelompok siaga bencana, yang ada di tengah masyarakat,” kata Walikota Pariaman Genius Umar, kemarin, saat pelantikan pengurus PMI Kecamatan se Kota Pariaman, sekaligus pembukaan Orientasi Pengurus PMI Kecamatan, dan pelatihan relawan siaga Bencana Berbasis masyarakat (SIBAT) se Kota Pariaman tahun 2023.
Katanya, peran PMI sebagai relawan juga menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana, sekaligus mendukung berbagai program yang ada di Kota Pariaman, karena PMI selalu hadir di setiap kegiatan sampai di destinasi wisata yang kita punya, ucapnya.
“Para pengurus dan relawan PMI selalu hadir di setiap kegiatan yang kita buat, padahal mereka bekerja tanpa pamrih, tidak digaji, bekerja dengan hati, karena itu kami atas nama pribadi dan pemerintah, memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh relawan dan pengurus PMI Kota Pariaman dan jajaranya,” ungkapnya.
Kedepan, Genius mengatakan, dengan semakin solidnya PMI Kota Pariaman, mulai dari tingkat Kota, Kecamatan sampai Desa/Kelurahan nantinya, akan berdampak semakin baiknya SDM dan peran PMI dalam mendukung program pemerintah.
“Kepada peserta pelatihan SIBAT, kami berharap, melalui pelatihan yang kita lakukan hari ini, para peserta memiliki pengetahuan dan informasi dasar relawan, sehingga pada saat terjadi bencana dapat berfungsi dengan maksimal, efektif dan efisien serta mengetahui tugas dan fungsinya sebagai relawan,” tukasnya.
Dia berpesan agar para relawan PMI dan peserta pelatihan SIBAT, benar-benar dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya dan dapat mengambil ilmu secara maksimal dari para narasumber dan instruktur yang diundang.
“Relawan yang cakap, efektif dan efisien sangat ditentukan oleh informasi, pengalaman dan pelatihan yang diterimanya, sehingga mereka memiliki pengetahuan dasar yang cukup sebelum terjun ke daerah bencana, karena itu dengan adanya kegiatan ini, hal tersebut dapat kita wujudkan,” tandasnya. (efa)






