METRO PADANG

Pandemi Covid-19 Bawa Ketidakpastian, Andre Rosiade: BUMN Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

×

Pandemi Covid-19 Bawa Ketidakpastian, Andre Rosiade: BUMN Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
KEYNOTE SPEAKER— Andre Rosiade menjadi keynote speech diskusi “BUMN Sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional di kota Padang, Sumbar” di Hotel Mercure, Jumat (17/12).

PURUS, METRO–Pandemi Covid-19 telah membawa ketidakpastian ter­hadap perekonomian nasional dan global. Untuk itu, Peme­rin­tah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Na­sio­nal (PEN), salah satunya dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Alhamdulillah, dengan adanya program PEN ter­sebut, perekonomian Indonesia perlahan-lahan mem­baik. Dapat tumbuh hingga 7,07% pada triwulan II 2021,” sebut Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat menjadi keynote speech pada kegiatan diskusi “BU­MN Sebagai Lokomotif Pe­mulihan Ekonomi Nasional di kota Padang, Sumatera Barat”, di Hotel Mercure, Jumat (17/12).

Ia menegaskan, kon­tribusi BUMN untuk pere­konomian nasional sangat besar. Saat ini BUMN ber­jumlah 142 perusahaan dengan total aset Rp8.092 triliun dan bidang usaha beraneka ragam. Total aset BUMN tersebut jauh mele­bihi aset super holding company Temasek (Singa­pura) yang bernilai Rp1. 112,59 triliun dan Khazanah (Malaysia) sebesar Rp463, 59 triliun.

Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, jelas Andre, BUMN telah ikut berkon­tribusi menambah pundi penerimaan negara hingga Rp3.295 triliun. Pendapatan yang disetorkan BUMN berasal dari dividen, pene­rimaan negara bukan pajak (PNBP), lainnya dan pajak.

BUMN kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini, telah menunjukkan peran yang strategis dalam pem­bangunan infrastruktur an­tara lain membangun jalan tol, beberapa ban­dara/pela­buhan, jalur/sta­siun kereta api, melaksa­nakan program 35 gigawatt dan menciptakan harga BBM di Papua sama de­ngan pulau Jawa.

“Hal ini meningkatkan percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia serta membu­ka akses wilayah sehingga memperlancar distribusi barang/jasa,” tandas Andre.

Andre menjelaskan, Undang-Undang (UU) No­mor 19 Tahun 2003, di da­lam­nya disebutkan bahwa BUMN memiliki peranan penting dalam penye­leng­garaan perekonomian na­sio­nal guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  KPU Padang Siap Hadapi Gugatan PHPU di MK, Tim Hukum Sudah Disiapkan untuk Penyelesaian Sengketa Pilkada

Maksud dan tujuan pen­dirian BUMN lanjut Andre, adalah memberikan sum­ba­ngan bagi perkem­ba­ngan perekonomian nasio­nal ter­masuk menyeleng­garakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.

Kemudian, kata Andre lagi, menjadi perintis kegia­tan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan ko­perasi, turut aktif mem­beri­kan bimbingan dan ban­tuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.

“Karena itu, peranan BUMN sangat signifikan, baik melalui sumbangan pajak dan dividen bagi negara, penyerapan tenaga kerja, maupun belanja modal yang menimbulkan efek berantai bagi roda perkonomian,” papar ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Menurut dia, satu hal penting yang harus diperhatikan betul adalah soal tata kelola BUMN yang mesti mengimplementasikan Good Corporate Governance (GCG), sehingga kinerja  BUMN diharapkan bisa mencapai titik yang maksimal.

“Semakin baik implementasi GCG di sebuah perusahaan, maka akan semakin tertata pengelolaan korporasi, sehingga bisa mencapai target-target kinerja yang telah ditetapkan. Dengan terlaksananya GCG, maka kehadiran BUMN diharapkan dapat mewujudkan keadilan sosial dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur dia.

Sementara itu, narasumber diskusi yang juga dosen Universitas Andalas (Unand), Ilham Aldelano Azre, menegaskan, pandemi Covid-19 memporak-porandakan perekonomian sebagian besar negara-negara di dunia.

Namun demikian, me­nurut dia, Indonesia masih bisa bertahan atau survive cukup lama bila dibandingkan negara-negara lain di dunia. “Kita contohkan Malaysia lockdown-nya sampai kekurangan makanan. Kita masih bisa mengatasinya,” ujar dia.

Baca Juga  Operasi Patuh Singgalang (OPS) 2019, 3.111 Tilang Dilayangkan Polresta Padang

Pemerintah kata dia, menunjuk Kementerian BUMN sebagai ketua komite pemulihan ekonomi nasional (PEN). Komite ini bertujuan untuk menjaga agar ekonomi Indonesia ini dapat bertahan dari gempuran corona.

Ia menyebut, 30 persen ekonomi Indonesia dipegang oleh BUMN dan anak-anak perusahaannya. Asetnya saat ini mencapai Rp8.092 triliun. “Aset tersebut grafiknya cenderung mengalami kenaikan dan tumbuh,” sebut dia.

BUMN katanya, memberikan dividen kepada negara mencapai Rp150 triliun. Karena pandemi, di­viden tersebut turun hing­ga setengahnya menjadi Rp70 triliun. “Mudah-mudahan tahun 2021 ini dividen Rp150 triliun itu kembali tercapai,” ujarnya.

Menurut dia, BUMN mempunyai peran signifikan, terhadap perekonomian nasional. Pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan BUMN bertujuan untuk membangun optimisme, optimisme agar masyarakat bangkit dari kondisi pandemi.

Untuk itu ada sejumlah hal yang dilakukan BUMN dalam rangka pemulihan ekonomi, salah satunya memberikan keringanan terhadap kredit ma­sya­rakat melalui restrukturisasi kredit yang jumlahnya mencapai 3,5 juta kredit. “Dunia usaha ketika covid punya beban yang tinggi, sementara pembeli tidak banyak. Tapi mereka tetap harus membayarkan kewajiban setiap bulan. Inilah pentingnya restrukturisasi kredit tadi, sehingga pelaku-pelaku usaha dapat bertahan,” sebut dia.

Ia mengatakan, pemerintah berupaya bagaimana ekonomi ini terus terjaga. Vaksinasi digencarkan untuk mengejar target her­d im­munity. Ketika ma­syarakat sudah dapat beraktivitas secara baik dan normal, maka ekonomi pun diyakini akan berjalan dengan baik dan target ekonomi yang direncanakan tercapai. (r)