METRO SUMBAR

Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau bagi Indonesia Emas 2024, Pj Wako Roberia Buka Seminar Kontribusi Pendidikan

×

Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau bagi Indonesia Emas 2024, Pj Wako Roberia Buka Seminar Kontribusi Pendidikan

Sebarkan artikel ini
SEMINAR— Pj Wali Kota Pariaman, Roberia memberikan sambutan usai membuka Seminar Kontribusi Pendidikan Muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau bagi Indonesia Emas 2024.

Pj Wali Kota Pariaman, Roberia, kemarin, menghadiri dan buka langsung pelaksanaan seminar kontribusi pendidikan muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau bagi Indonesia emas 2024 dan mubes I perhimpunan sarjana budaya bahasa dan sastra Minangkabau di Balairung rumah dinas Wako Pariaman.

Peserta seminar merupakan guru-guru sekolah yang ada yang mengajar mata pelajaran muatan lokal bahasa dan sastra mMinang­kabau di Kota Pariaman dan alumni pendidikan muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau dengan narasumber dari Unand Padang, MGMP dan PSBBSM.

Baca Juga  KPA Goes To School, Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di SMK Kosgoro Payakumbuh

Roberia, mengapresiasi pelaksanaan seminar kontribusi pendi­dikan muatan lokal Bahasa dan sastra minangkabau ini, karena hal ini menjadi sumber ilmu untuk pe­ngembangan ilmu pengetahuan tentang budaya alam Minangkabau dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan.

“Termasuk juga etika, petatah-petitih adat, dan pola berperilaku masyarakat Minangkabau dalam kehidupan masyarakat kita,” ujar­nya.

Minangkabau merupakan salah satu daerah yang masih menjunjung budaya, masyarakat Minang­kabau memiliki sebuah pegangan dengan menempatkan adat dan agama sebagai falsafah kehidupan.

Baca Juga  DWP Kemenag Tanahdatar Bagikan Paket Bantuan

Hal ini pula yang menjadi ciri khas Minangkabau, dimana hukum adat dan Al-Quran berdampingan untuk mengatur tatanan masya­rakat. Maka, tidak heran apabila kebudayaan di Minangkabau kental akan nilai-nilai islami dan terus lestari hingga sekarang.

“ Kita sama-sama berharap, nantinya akan banyak orang-orang Minangkabau, generasi muda Minangkabau yang sukses menjadi tokoh-tokoh nasional di pusat nan­tinya, serta bagi pedidik menjadi menambah wawasan dalam me­nemukan kearifan lokal,” tandas­nya Roberia mengakhiri. (efa)