METRO SUMBAR

Muaro Jambu Punggasan, Dihantam Abrasi Sepanjang 300 Meter

×

Muaro Jambu Punggasan, Dihantam Abrasi Sepanjang 300 Meter

Sebarkan artikel ini
MEMIRISKAN— Beginilah kondisi Muaro Jambu Punggasan yang dihantam abrasi pantai sepanjang 300 meter sangat memiriskan.

PESSEL, METRO–Fenomena alam La Li­na menyebabkan pen­ing­katan curah hujan me­m­buat sebagian wil-ayah di Indonesia di landa banjir, hal tersebut menuntut Ba­­­dan Penangulangan Be­n­cana Daerah ( BPBD) ada di Kabupaten/ Kota di Su­matera Barat me­wa­spadai La Lina. Kh­usu­snya buat Badan Pen­angulangan Be­n­cana Daerah ( BPBD), Kabupaten Pesisir Selatan.

Kesiapsiagaan men­g­hadap fenomena La Li­na bukan hanya dilihat dari kesiapan anggota ataupun peralatan lap­angan, tapi peran dari masyarakat yang be­rm­ukim di se­­pan­jang pa­ntai. Ter­ma­suk juga nelayan agar tidak pergi melaut sesuai hi­mbuan dari BPB­D set­em­pat.

Kepala Badan Pe­na­­ngulangan Bencana Da­erah, Kabupaten Pesisir Selatan Doni Gusrizal pa­da Pos Metro me­ny­am­paikan, ke­si­ap­sia­ga­an pe­merintah da­erah dan ma­syarakat ini me­rujuk pada informasi Ba­dan Met­eo­rologi, Kli­ma­tologi dan Geofisikan ( BMKG) me­ngenai pot­ensi La Lina di Indonesia.

Baca Juga  Harkitnas Ke-117 Tahun 2025 Tingkat Provinsi Sumbar, ”Saatnya Pemerintahan Benar-benar Hadir untuk Rakyat”

Disampaikan Doni Gu­srizal, akibat dampak dari La Lina kurang lebih 300 meter pantai di Muaro Ja­m­bu Punggasan, Kec­am­atan Air Haji, Kab­up­aten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terkena dampak ab­rasi pantai. Membuat be­berapa bangunan ada di­lokasi tersebut posisinya nyaris ambruk karena te­rletak persisi di bibir pantai.

“Masyarakat selalu si­aga dan waspada te­ru­ta­ma bagi warga di se­pa­njang aliran sungai dan pantai. Termasuk me­nyi­agakan an­g­gota dan pe­ralatan,” tegas Doni, saat dihubungi. Jum at (26/11).

Pemerintah daerah, Pe­sisir Selatan melalui Ba­dan Penangulangan Be­n­cana Daerah ( BPBD) Pessel menghimbau pada ma­­sya­rakat, nelayan agar me­waspadai cuaca extrim dan fenomena la Nina.

Hal ini bertujuan untuk mencegah maupun me­nghindari dampak bu­ruk bahaya hid­ro­me­teorologi, seperti ba­n­jir, banjir ba­ndang, tan­ah longsor dan angin kencang, yang dipicu fenomena tersebut.

Baca Juga  Pemko Solok Kembangkan Agrowisata Payo

“Kita telah sampaikan dan laporkan ke instansi berwenang dalam ini BW­S­S wilayah V Su­m­at­era,” sampai nya.

Karena keterbatasan anggaran yang ada di di­nasnya dan pemerintah da­e­rah, Doni berharap pih­ak BWASS wilayah V Su­ma­tera segera cepat me­res­pon pemasangan batu jeti.

Sementara itu pada hari sebelumnya, pada lomba pasang tenda dan dapur umum di laksanakan Badan Nasional Pe­nan­gulangan Bencana (BN­PB) di kota Padang,  Badan Pe­nan­gul­angan Bencana Da­erah ( BPBD) Pesisir Selatan mendapatkan ju­ara III. Di­m­ana piagam dan tropi di­serahkan De­puti Bidang Pe­r­alatan dan Logistik BN­PB RI Ir. Ha­rmensyah Sar­bani, Dipl. SE, MM pada Kepala BPBD Pessel Doni Gusrizal. (rio)