METRO SUMBAR

MDW dan MDA Siap Hadir di Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman

×

MDW dan MDA Siap Hadir di Desa dan Kelurahan di Kota Pariaman

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Wali Kota Pariaman H Genius Umar memberikan sambutan pada acara.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan siap menghadirikan Ma­drasah Diniyah Wustho (MDW) dan Madrasah Di­niyah Awaliyah (MDA) se­tiap desa dan keluarahan di  Kota Pariaman.x

“Saya pastikan MDW dan MDU akan hadir di tiap Desa/Kelurahan yang ada di Kota Pariaman,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin.

Katanya, selama ini yang aktif di Desa dan Kelurahan di Kota Paria­man baru Madrasah Di­niyah Awaliyah (MDA) sa­ja, untuk anak-anak SD belajar mengaji.  “Kedepan kita pastikan Madrasah Diniyah Wustho (MDW) untuk anak SMP dan Ma­drasah Diniyah ‘Ulya (M­DU) untuk anak SMA/SMK, harus ada juga di Desa dan Kelurahan di Kota Paria­man,” ujarnya, kemarin.

Dia akan menyerahkan untuk anggaran MDA/M­DW dan MDU ini di tingkat Desa, kemudian pembi­naanya di tingkat Keca­matan anggaranya, dan monitoring, anggaranya berada di tingkat Kota. Khusus untuk Read Al Qur­’an Center atau Tahfiz, minimal harus ada satu disetiap kecamatan.

Baca Juga  Danramil Beri Ceramah di Rutan Sawahlunto

Lebih lanjut, Genius Umar mengatakan nan­tinya untuk kordinator pe­ngawasan MDA/MDW dan MDU tersebut, adalah tu­gas dari Penyuluh Agama yang ada di desa dan kelu­rahan, sehingga fungsinya sebagai pendorong yang berhubungan dengan ke­agamaan di desa/kelu­ra­han, terlaksana dengan baik, ulasnya.

“Nantinya MDW dan MDU ini akan melekat di bangunan MDA yang telah ada di desa dan kelurahan, sehingga tinggal desa yang mengatur sesuai dengan kearifan desa/kelurahan masing-masing, berapa jam dan pengaturan hari pelaksanaan dari MDA/MDW dan MDU tersebut,” tukasnya.

Genius Umar juga me­ne­gaskan, bahwa pelak­sanaan MDA/MDW dan MDU ini bertujuan agar anak-anak, remaja dan pe­muda/i, usia sekolah dari SD sampai SMA yang ada di Kota Pariaman, tidak ada lagi yang tidak bisa mengaji.

“Ada anak SMP yang dari kecil belum bisa me­ngaji, begitu juga ada yang telah SMA/SMK yang tidak tahu baca Al qur’an, di MDW dan MDU ini nan­tinya mereka akan dia­jarkan oleh guru yang telah ditunjuk oleh desa atau bisa juga penyuluh aga­manya langsung, untuk membantu belajar me­ngaji, sehingga mereka dapat membaca Al qur’an nantinya,” ucapnya.

Baca Juga  Dalam Pembangunan Daerah, Bupati Eka Putra Tekankan Sinergi dan Integritas

Ia juga menjelaskan setelah pandai mengaji, nantinya akan ditingkatkan di Read Al Qur’an Center yang ada untuk mengha­falnya, dimana disini nan­tinya mereka akan dilatih dan diajarkan untuk men­jadi seorang tahfiz al qur­’an. “Pengembangan pen­didikan non formal MDA/MDW/MDW dan Read Al Qur’an Center ini meru­pakan dua program ung­gulan pada RPJMD Kota Pariaman 2018-2023, kare­na itu harus ada pos ang­garan untuk dua kegiatan ini yang nantinya akan kita masukan di APBD Pe­ru­bahan,” tandasnya me­ngakhiri. (efa)