MANCHESTER CITY dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan Premier League selama periode 2009/10 hingga 2017/18.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Kamis (1/10), Keputusan tersebut dikeluarkan oleh Komisi independen yang menyatakan klub melakukan berbagai pelanggaran, termasuk terkait laporan keuangan dan sebagian besar tuduhan mengenai kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan Premier League.
Komisi juga menemukan bahwa Manchester City menggunakan sejumlah kontrak komersial yang dinilai tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya klub secara artifisial.
Dalam putusannya, Komisi menyatakan Manchester City secara signifikan melanggar batasan pengeluaran yang ditetapkan Liga Premier dan UEFA selama periode tersebut.
Premier League menegaskan bahwa keputusan ini menetapkan fakta mengenai pelanggaran yang terjadi dan menjadi salah satu kasus disipliner paling signifikan dalam sejarah kompetisi.
Namun, sanksi terhadap Manchester City belum ditentukan karena proses disipliner masih berlanjut.
Manchester City menyatakan kecewa dan terkejut terhadap keputusan Komisi serta menegaskan bahwa klub tetap merasa tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan Premier League.
Klub tersebut memiliki waktu hingga 2 Oktober untuk mengajukan banding dan telah menyatakan akan menempuh jalur hukum yang tersedia dengan alasan terdapat kesalahan hukum, prinsip, dan fakta dalam putusan tersebut.
Premier League menyatakan proses selanjutnya, termasuk banding dan penetapan sanksi, akan diupayakan selesai secepat mungkin untuk memberikan kepastian kepada klub, peserta kompetisi, dan para penggemar. (jpg)






