METRO PADANG

Maigus Nasir: Tidak Boleh Ada yang Putus Sekolah, Pemko Latih Petugas Kelurahan demi Masa Depan Anak-Anak

×

Maigus Nasir: Tidak Boleh Ada yang Putus Sekolah, Pemko Latih Petugas Kelurahan demi Masa Depan Anak-Anak

Sebarkan artikel ini
KOMPETENSI OPERATOR— Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menghadiri Workshop Peningkatan Kompetensi Operator ATS Kelurahan se-Kota Padang, Kamis (21/5), di Ruang Suhaimi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang.

PADANG, METROPemerintah Kota Padang terus bergerak cepat memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya. Langkah strategis ini dibuktikan melalui gelaran Workshop Peningkatan Kompetensi Operator ATS Kelurahan se-Kota Padang, Kamis (21/5), di Ruang Suhaimi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang.

Lewat pelatihan ini, Pemko Padang optimis dapat mempertajam akurasi data dan intervensi lapangan guna mewujudkan target besar, yaitu zero ATS pada tahun 2029.

Wakil Wali Kota Pa­dang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa penanganan anak putus sekolah merupakan salah satu perhatian serius Pemko Pa­dang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran. Menurutnya, agenda ini disinkronisasikan langsung dengan Program Unggulan (Progul) Padang Juara dan Smart Surau guna mendorong visi Pa­dang sebagai kota pintar dan kota sehat.

Baca Juga  Tiba-tiba Sakit dan tak lagi Bekerja, Andre Rosiade Bantu Tukang Cuci Mobil

“Pendidikan harus te­tap menjadi prioritas utama karena setiap anak memiliki hak memperoleh pendidikan yang layak. Operator ATS tidak hanya bertugas melakukan pendataan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada keluarga agar anak tetap melanjutkan pendi­dikan,” ujar Maigus Nasir dalam arahannya.

Upaya keroyokan ini perlahan mulai membuahkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, jumlah ATS di Kota Padang saat ini tercatat sebanyak 6.615 anak. Angka tersebut me­nunjukkan tren penurunan yang cukup baik jika di­bandingkan dengan tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 7.178 anak.

Meski menurun, Pemko Padang mengingatkan bahwa penanganan ATS tidak bisa hanya bertumpu pada satu instansi, melainkan butuh keterlibatan aktif dari level camat, lurah, hingga ketua RT/RW untuk menyisir anak-anak yang putus sekolah di lingku­ngan mereka.

Baca Juga  ASN Pemko Diwajibkan Bawa Botol Minum saat HUT KKPN

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai instrumen penunjang di lapa­ngan. Disdikbud berkomitmen tidak akan membiarkan anak-anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena kendala teknis atau finansial.

“Dalam menangani ATS di Kota Padang, kami terus melakukan berbagai intervensi mulai dari bantuan pendidikan, pendam­pingan administrasi, hingga penyediaan jalur pendidikan formal maupun nonformal. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada lurah apabila terdapat anak yang ingin sekolah namun terkendala biaya agar pemerintah dapat segera mencarikan solusi,” pungkas Yopi.

Kegiatan workshop ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Disdikbud Kota Padang, Tim Pencegahan dan Penanggulangan ATS, serta diikuti oleh seluruh operator ATS dari 104 kelurahan yang ada di Kota Padang. (oza)