OLAHRAGA

Laga Pembuka Grup D Piala Asia 2023, Terget Besar Garuda yang Tak Mudah

×

Laga Pembuka Grup D Piala Asia 2023, Terget Besar Garuda yang Tak Mudah

Sebarkan artikel ini

QATAR, METRO–Timnas Indonesia bakal berjumpa Timnas Irak pada matchday pertama Grup D Piala Asia 2023, Senin (15/1). Laga antara Indonesia vs Irak akan dimainkan di Stadion Ahmad bin Ali, mulai pukul 21.30 malam WIB.

Laga pembuka Grup D Indonesia vs Irak bakal krusial bagi kubu Merah Putih. Pasalnya Tim Garuda punya target besar, yakni lolos dari babak penyisihan grup. Ini bukan menjadi tugas mudah, mengingat di atas kertas Timnas Indonesia menjadi peserta terlemah di Grup D.

Jika mengacu ranking FIFA terbaru, Timnas Indonesia hanya menduduki peringkat 146. Sementara para pesaing di Grup D adalah Jepang (rank 17), Irak (rank 63), dan Vietnam (rank 94). Oleh karenanya target realistis Timnas Indonesia besutan Shin Tae-yong adalah mengincar tiket lolos dari tim peringkat 3 terbaik.

Untuk mewujudkan hal itu, Timnas Indonesia dituntut untuk memetik poin dari laga kontra Irak. Kemudian memforsir kemenangan atas Vietnam. Kemudian yang terakhir berusaha sebisa mungkin untuk tidak menjadi bulan-bulanan tim unggulan, Jepang.

Dengan demikian bisa dibilang bahwa salah satu penentu jalan lolos Indonesia adalah laga perdana kontra Irak. Hasil laga ini bakal sangat krusial demi misi mengejar tiket lolos grup. Hal yang sama juga terjadi pada kubu Irak, yang tentu saja mematok kemenangan atas Indonesia.

“Pertandingan Indonesia lebih penting daripada pertandingan Jepang, karena ini pertandingan pertama. Dan memenangkannya akan menjadi kunci lolos grup,” jelas kiper sekaligus kapten Irak, Jalal Hassan, dikutip dari Aawsat, Jumat (12/1) lalu.

Di atas kertas Timnas Indonesia masih di bawah level Irak. Perbedaan tersebut sangat terlihat pada pertemuan terbaru pada November 2023 lalu di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat itu Indonesia yang bertandang ke Irak harus kalah telak 5-1.

Baca Juga  Dari Pelita Jaya Menuju Dandenong Rangers, Anto Boyratan Jadi Pebasket Indonesia Pertama di NBL1 Australia

Hasil tersebut kian memperburuk rekor pertemuan Indonesia vs Irak. Menurut statistik 11v11, Timnas Indonesia belum pernah menang atas Irak dalam 7 kali pertemuan. Indonesia hanya bisa merebut 1 imbang dan 6 kali kalah. Indonesia juga 3 kali kalah dengan selisih 4 gol.

Sementara dari sisi keikutsertaan di putaran final Piala Asia, Merah Putih tercatat baru 4 kali lolos dan belum pernah lolos ke fase gugur. Sebaliknya, Irak sudah 9 kali lolos ke putaran final dan hanya 1 kali tersingkir di fase grup. Capaian tertinggi Timnas Irak adalah merebut gelar juara Piala Asia edisi 2007.

Akan tetapi rekor Piala Asia tidak selalu buruk bagi Indonesia. Pasalnya dari 4 kali keikutsertaan di putaran final, Indonesia belum pernah kalah di laga pembuka. Merah Putih berhasil membukukan 2 menang dan 2 imbang.

Pada partisipasi terakhir edisi 2007, Indonesia yang bertindak sebagai salah satu tuan rumah berhasil memetik kemenangan 2-1 atas Bahrain. Kala itu 2 gol Garuda dilesakkan oleh Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono. Namun sayang pada 2 laga berikutnya, Indonesia kalah di tangan Arab Saudi dan Korea Selatan.

Kemenangan juga ditorehkan Indonesia ketika laga pembuka fase grup Piala Asia 2004 di China. Saat itu Indonesia membuka fase grup lewat kemenangan 2-1 atas Qatar. Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman menjadi pahlawan kemenangan Garuda. Sayang sekali Indonesia tetap gagal lolos grup, usai pada matchday terakhir kalah dari Bahrain.

Hasil seri pada laga pembuka ditorehkan Merah Putih pada edisi 1996 dan 2000. Uniknya pada 2 edisi tersebut Indonesia selalu bermain seri kontra Kuwait.

Baca Juga  77 Atlet PASI Dilepas ke Pra PON, Diharapkan Banyak Mengantongi Tiket PON Papua

Di sisi lain, Timnas Irak membukukan rekor 4 kemenangan, 1 imbang, dan 4 kalah, pada laga perdana fase grup Piala Asia. Kekalahan Irak terjadi pada edisi 1972, 1976, 2004, dan 2011. Hasil seri didapat pada edisi 2007, lalu kemenangan dibukukan pada 1996, 2000, 2015, dan 2019.

Fakta lain adalah Timnas Irak tenyata kerap dibuat kerepotan ketika berjumpa tim asal ASEAN pada laga pembuka. Pada edisi 2019 Irak mesti berjuang keras untuk menang 3-2 atas Vietnam. Kemudian 2007 Irak bermain seri 1-1 kontra Thailand. Sementara pada laga pembuka edisi 2000, Irak menang 2-0 atas Thailand.

Di Piala Asia 2024, Timnas Indonesia datang dengan skuad muda. Mengacu data transfermarkt, usia rata-rata skuad Garuda adalah 22,5 tahun. Ini menjadi yang paling muda jika dibanding 23 kontestan lain. Sementara rata-rata usia pemain Irak adalah 24,2 tahun, atau termuda ke-6.

Kedua tim juga ditopang oleh para pemain yang berkarier di luar negeri atau pemain abroad. Dari total anggota skuad, Indonesia punya lebih dari sepertiga pemain abroad. Sementara hampir setengah Timnas Irak diisi para pemain abroad. (*/rom)

Prediksi Susunan Pemain
Timnas Indonesia (3-4-2-1): Ernando Ari; Rizky Ridho, Jordi Amat, Elkan Baggott; Yakob Sayuri, Justin Hubner, Ivar Jenner, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Marselino Ferdinan; Rafael Struick.

Pelatih: Shin Tae-yong.

Timnas Irak (4-3-3): Jalal Hassan; Hussein Ali Haidar, Suad Natiq, Ali Adnan, Merchas Doski; Osama Rashid, Ibraheem Bayesh, Zidane Iqbal; Montader Madjed, Ali Al Hamadi, Aymen Hussein.

Pelatih: Jesus Casas.