METRO PADANG

Kursi Wawako Padang Tetap Kosong di Awal Tahun, 2 Partai Pengusung harus Bersikap Arif

×

Kursi Wawako Padang Tetap Kosong di Awal Tahun, 2 Partai Pengusung harus Bersikap Arif

Sebarkan artikel ini

SAWAHAN, METRO–Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani meminta kepada kedua partai pengusung bersikap arif dalam me­ngisi kursi BA 2 A dan jangan me­nunda-nunda lagi prosesnya pene­tapan Calon Wakil Wali Kota.

“Pimpinan partai PAN dan PKS mesti menyepakati siapa calon wa­wako yang akan dipilih dengan duduk bersama,” ujar Syafrial Kani, Selasa (22/2).

Ia mengatakan, jika kedua partai­nya tidak bergerak, tentu benang merah tidak bertemu dan pemilihan wawako di DPRD Kota Padang tidak bisa cepat.

Dijelaskan, masalah Ko­ta Padang sangatlah banyak dan penyele­saian­nya butuh sinergitas de­ngan semua pihak. Baik itu kepala OPD-OPD, Sekda dan Wawako. Sekarang ini, pejabat Eselon II beberapa diisi Plt, Sekretaris Daerah dijabat Pj dan kursi wakil wali kota kosong. Tentu kewenangan dalam me­ngambil kebijakan terbatas serta tidak penuh.

“Kita berharap kursi BA 2 A segera diputuskan oleh kedua partai dan kirim nama calon ke DPRD Pa­dang. Supaya pansel bisa dibentuk dan bekerja mak­simal,” ulas Ketua DPC Gerindra Padang ini.

Baca Juga  Reuni Perak, 25 Tahun Angkatan 94 SMP 1 Bukittinggi, Dunsanak Ketek Kawan Sabayo

Sementara, Pengamat Politik Unand Padang, As­rinaldi menyarankan PKS untuk segera mengirimkan nama calonnya ke Wako Padang serta sampaikan ke pimpinan DPRD. Langkah ini guna menjawab jika PAN tidak mau bertemu.

“Molornya penetapan calon wawako akibat komit­men antara ke 2 partai be­lum ditemukan,” paparnya.

Ia mengatakan, bisa saja kasus DKI Jakarta terjadi di Padang yakni PAN me­megang jabatan ke­duanya jika PKS tidak ber­gerak.

Sebelumnya, Ketua Frak­­­si Partai Gerindra DPRD Kota Padang, Mas­tilizal Aye mengatakan,  kursi Wawako Padang yang lama kosong terkesan diru­mitkan oleh PKS dan PAN selaku partai pengusung.

Padahal, katanya, jika lebih serius, seharusnya kursi orang nomor dua tersebut sudah bisa di­tentukan lebih cepat. “Se­benarnya tak ada yang rumit prosesnya, kami me­nyayangkan hal ini tak kunjung terlaksana. Hendri Septa yang juga Ketua DPD PAN tidak serius juga ka­yaknya,” katanya be­be­rapa waktu lalu.

Baca Juga  Disdik Sumbar Sosialisasi Pengurangan Risiko Bencana, 519 Sekolah Rawan Gempa, 465 Sekolah Terancam Banjir

Menurutnya, jika Hen­dri Septa selaku Wali Kota Padang dan pimpinan par­tai politik lebih peduli de­ngan masalah kota yang banyak terbengkalai, tentu dia akan mengurus siapa pendampingnya ke tingkat pusat.

Dia juga meminta ke­pada PKS untuk mengi­rim­kan langsung nama Wa­wako ke Hendri Septa jika telah diturunkan DPP PKS. “Jangan disimpan lagi, PKS harus bergerak ce­pat,” kata Mastilizal Aye yang juga Ketua Askot PSSI Padang itu.

Sebelumnya seperti di­ketahui, Hendri Septa resmi dilantik pada Rabu (7/4/2021) lalu menjadi Wali Kota Padang definitif meng­gantikan Mahyeldi yang naik menjadi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar). Sejak saat itu, kursi Wa­wako yang sebelumnya ditempati Hendri Septa menjadi kosong. Artinya, sudah 10 bulan Wako bekerja tanpa Wawako. (ade)