PADANG, METRO— Upaya pemulihan pascabanjir bandang dan tanah longsor atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terus diperkuat. Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II mengerahkan 30 personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) untuk membantu membersihkan dan memulihkan sarana serta prasarana yang terdampak bencana.
Tim tersebut diberangkatkan setelah dilepas Asisten Operasi Komandan Kodaeral (Asops Dankodaeral) II Kolonel Laut (P) Hendra Dwinanto, S.H., M.Tr.Opsla, yang mewakili Dankodaeral II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, di Lapangan Apel Mako Kodaeral II, Rabu (23/9).
Tim yang dipimpin Wakil Komandan Satgas (Wadan Satgas) Mayor Laut (P) Endang Mulyana itu ditugaskan membantu penanganan dampak bencana di wilayah Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang.
Kadispen Kodaeral II Letkol Laut (P) Rizaldy mengatakan, pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Sebagai wujud kepedulian dan dalam rangka peran operasi militer selain perang (OMSP), Kodaeral II menerjunkan personel Satgas guna membantu penanggulangan bencana bersama segenap komponen TNI/Polri, pemerintahan dan masyarakat yang ada guna mempercepat pemulihan kondisi sarana dan prasarana yang terdampak,” kata Rizaldy.
Menurutnya, galodo menerjang kawasan Arosuka pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB. Material banjir bandang dan longsor disebut bersumber dari kawasan hulu Sungai Batang Laso, kemudian menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Derasnya aliran air membawa material lumpur, batu, pasir, kayu dan material lainnya sehingga merusak sejumlah sarana dan prasarana pemerintahan maupun fasilitas masyarakat.
“Personel Kodaeral II selanjutnya bergabung dengan unsur TNI/Polri, pemerintah daerah, tim kebencanaan, relawan dan masyarakat dalam penanganan di lapangan,” kata Rizaldy.
Pengerahan 30 personel Kodaeral II menambah kekuatan penanganan bencana yang sejak awal telah melibatkan berbagai instansi. Hingga Kamis (24/9), personel Polri juga masih melakukan pembersihan material, membuka akses jalan, pendataan warga terdampak dan pencarian warga yang masih belum ditemukan.
Sekitar 300 personel Satbrimob Polda Sumbar bersama satu kompi personel Dit Samapta sebelumnya dikerahkan untuk membuka jalur utama Solok-Padang yang sempat tertutup material longsor.
Rizaldy menegaskan, bantuan Kodaeral II tidak hanya menjadi bentuk respons terhadap bencana, tetapi juga bagian dari tugas TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Upaya bantuan penanggulangan dan pemulihan dampak bencana alam ini merupakan wujud kepedulian TNI, khususnya Kodaeral II, dalam membantu mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat sekelilingnya,” ujarnya.
Kehadiran personel Kodaeral II diharapkan dapat memperkuat proses pembersihan dan rehabilitasi fasilitas yang terdampak sehingga kawasan perkantoran pemerintahan dan fasilitas umum lainnya dapat kembali berfungsi. (ped)






