METRO SUMBAR

Khatam Al Quran MDTA Nurul Iman Payakumbuh, Perkuat Karakter GenerasiMuda Sejalan dengan Program Pemko

×

Khatam Al Quran MDTA Nurul Iman Payakumbuh, Perkuat Karakter GenerasiMuda Sejalan dengan Program Pemko

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Wakil Wali Kota Elzadaswarman berikan sambutan saat menghadiri perayaan khatam Al Quran dan wisuda iqra’ MDTA Nurul Iman di Kelurahan Ibuh, Senin (22/6).

PAYAKUMBUH, METRO–Pemko Payakumbuh terus mendorong penguatan pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter generasi mu­da guna menghadapi tantangan perkembangan zaman. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman da­lam mewujudkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat menghadiri perayaan kha­tam Al Quran dan wisuda iqra’ MDTA Nurul Iman di Kelurahan Ibuh, Senin (22/6).

Menurut Elzadaswarman, khatam Al Quran tidak hanya menjadi pe­nanda kemampuan membaca Al Quran, tetapi juga merupakan awal bagi a­nak-anak untuk terus mem­perdalam pemahaman agama dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. “Ini adalah awal bagaimana ke depan a­nak-anak kita bisa lebih mendalami Al Quran dan menjadi pribadi yang le­bih baik,” katanya.

Ia mengatakan pendidikan agama memiliki peran penting dalam mem­bentuk karakter a­nak sejak usia dini. Karena itu, peran orang tua dinilai sangat strategis da­lam menyiapkan generasi penerus yang tidak ha­nya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia. “Kepada orang tua, mari kita persiapkan anak-anak kita menjadi calon-calon pe­mimpin di masa yang akan datang dengan akh­lak yang mulia,” ujarnya.

Baca Juga  Wabup Laporkan SPT Tahunan dengan e-Filling

Elzadaswarman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda.

Menurut dia, manfaat pendidikan agama tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh masyarakat secara luas karena mampu membentuk lingkungan sosial yang lebih harmonis, mengu­rangi pengaruh negatif pergaulan, serta melahirkan generasi yang menghormati orang tua, guru, dan sesama. “Pemerintah kota memberikan apresiasi atas terlaksananya ke­giatan ini karena sejalan dengan program pembinaan generasi muda yang berkarakter,” katanya.

Ia menambahkan, per­kembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat menjadi tantangan tersendiri bagi pembinaan moral generasi muda. Oleh sebab itu, pendidikan agama perlu terus diperkuat sebagai benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif. “Dengan cepatnya perkembangan tek­nologi, kita harus membentengi anak-anak kita dengan pendidikan agama,” ujarnya.

Komitmen tersebut ju­ga sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang terus didorong Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan

Wali Kota Zulmaeta, yakni menciptakan ge­nerasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa me­ninggalkan nilai-nilai agama dan budaya. “Ini ada­lah tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah, tapi juga orang tua, niniak mamak, guru, dan seluruh elemen ma­syarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Jamaah Haji Tertua Bukittinggi Berpulang

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi menjaga dan membimbing generasi muda agar tumbuh men­jadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kepada para peserta khatam, Elzadas­warman berpesan agar tidak berhenti belajar Al Quran setelah menyelesaikan pendidikan di ting­kat MDTA, melainkan terus meningkatkan pemahaman agama sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

“Jangan berhenti sampai di sini belajar Al Quran, terus tingkatkan dan perkuat pemahaman agar menjadi pemimpin yang berhati mulia di masa yang akan datang,” kata­nya.

Sementara itu, Pengurus MDTA Masjid Nurul Iman Delna Fitri mengatakan kegiatan khatam Al Quran tahun ini diikuti 21 peserta yang terdiri atas tujuh peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan. Selain itu, delapan peserta lainnya mengikuti wisuda iqra’.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda Payakumbuh yang tidak hanya mampu membaca Al Quran, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran aga­­ma dalam kehidupan sehari-hari sehingga mam­pu menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi ma­sya­rakat serta daerah. (uus)