METRO SUMBAR

Ketangguhan Keluarga, Wujudkan Indonesia Emas 2045

×

Ketangguhan Keluarga, Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
PERINGATAN HARGANAS— Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi d pimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional, di halaman kantor Bupati Solok Selatan, Senin (29/6).

PADANG ARO, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan turut memperigati Hari Keluarga Nasional bersamaan dengan Apel Gabungan ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten. Dalam apel ini disampaikan pentingnya peran keluarga dalam pengasuhan untuk menciptakan generasi masa depan Indonesia.

Peringatan Hari Keluarga Nasional ini dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (29/6). Dipimpin oleh Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi dan diikuti oleh seluruh ASN beserta Penyuluh Keluarga Berencana (KB).

Saat membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wabup Yulian Efi mengatakan peran keluarga sangat krusial dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Dengan bonus demografi Indonesia, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu dan di­mulai dari keluarga.

“Oleh karena itu, transformasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku se­kolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan keluarga,” kata Yulian.

Baca Juga  Ikut Hadiri Penyerahan LHP BPK, Ketua DPRD Pariyanto: Sesuai Pasal 17 UU No 15-2004

Pemerintah pun telah memetakan tiga tanta­ngan utama guna memperkuat sumber daya ma­nusia, pertama di bidang Kesehatan terutama untuk mengatasi stunting.  Masalah utama stunting adalah terhambat perkem­bangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga.

Kedua adalah pendidikan karakter. Menjadikan rumah sebagai madrasah abad 21 akan menciptakan anak yang berintegritas, jujur, dan disiplin menjadi manusia adaptif dan kola­boratif.

Selanjutnya adalah ketahanan mental. Keluarga harus menjadi Pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah. Untuk itu, peran pengasuhan keluarga ini menjadi tugas kedua orang tua, tak hanya dibebankan kepada ibu. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional ayah menjadi penentu kestabilan struktur kepribadian anak.

Baca Juga  Ustaz Syam “Trans TV” akan Isi Tabligh Akbar USR Unbrah di Islamic Centre

“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country, di mana Ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis,” tegasnya.

Peran kedua orang tua ini, lanjutnya, tak bisa digantikan dengan gawai digital saja. Tanpa pendampingan dari orang tua, anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital. Gantikan waktu layar (screen time) selama ini dengan dialog dan kegiatan pro­duktif lainnya bersama anak.

Kelalaian pengasuhan ini akan bermuara pada hal negatif seperti tawuran antar pelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga cengkeraman narkoba. “Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan, sehingga ke mana pun anak kita melangkah, magnet kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka pulang ke jalan yang benar,” tutupnya. (jef)