PADANG, METRO— Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan apresiasi tinggi kepada J&T Express serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atas sinergi dan kolaborasi strategis dalam penyelenggaraan program Apresiasi dan Penyerahan Penghargaan Jawara Lokal J&T Express di Provinsi Sumatera Barat, Selasa (6/10/2026).
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi salah satu motor penggerak utama dalam memperkuat ekosistem digital serta daya saing produk lokal di tengah dinamika pasar modern.
Asisten Deputi Pemasaran & Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian (UMKM), Ari Anindya Hartika dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap hingga 97 persen tenaga kerja. Meski memiliki kontribusi yang sangat masif, para pelaku usaha dihadapkan pada tantangan kompleks seiring cepatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.
“UMKM tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memperluas pasar, membangun merek, memanfaatkan teknologi digital, serta meningkatkan kapasitas usahanya,” ujarnya. Melalui program Juragan UMKM, kementerian terus mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, platform digital, hingga komunitas untuk menghadirkan solusi nyata bagi pelaku usaha.
Ari Anindya juga menekankan bahwa rantai pasok dan logistik memegang peranan krusial yang tidak terpisahkan dari strategi pemasaran. Layanan pengiriman yang andal, cepat, dan aman akan memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar produk lokal. Oleh karena itu, kemitraan strategis dengan penyedia jasa logistik seperti J&T Express sangat penting untuk menghubungkan produk daerah agar mampu menembus pasar nasional hingga global.
Program Jawara Lokal J&T Express sendiri diapresiasi bukan sekadar sebagai ajang kompetisi bisnis biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap pengembangan produk unggulan daerah, termasuk perhatian khusus bagi UMKM di Sumatera Barat yang terdampak bencana. Terpilihnya ranah minang sebagai lokasi program ini diharapkan mampu membangkitkan semangat wirausahawan lokal untuk terus berinovasi.
“Jangan berhenti di produk yang bagus, bangun merek yang kuat. Jangan berhenti di pasar lokal, manfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dan jangan berhenti menjadi usaha mikro terus belajar, berinovasi, dan naik kelas menjadi usaha yang semakin tangguh dan berdaya saing,” pesannya. (jes)






