METRO BISNIS

Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” Produk Binaan PLN UIP Sumbagteng Diluncurkan, Bupati Kampar Kunjungi Rumah Batik Moringa

×

Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” Produk Binaan PLN UIP Sumbagteng Diluncurkan, Bupati Kampar Kunjungi Rumah Batik Moringa

Sebarkan artikel ini
RUMAH BATIK—Bupati Kampar Ahmad Yuzar melakukan kunjungan langsung ke Rumah Batik Moringa saat peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar”, hasil kolaborasi PLN.

KAMPAR, METRO— Produk batik dan jumputan binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Pemba­ngunan Sumatera Bagian Tengah (PLN UIP Sumbag­teng) terus didorong untuk berkembang dan menjang­kau pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar”, hasil kolaborasi PLN bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Ka­bupaten Kampar dan Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (DWP UP) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar.

Peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi produk kerajinan lokal se­kaligus meningkatkan nilai tambah karya para perajin binaan PLN. Produk tersebut mengangkat kekayaan motif, warna, dan karakter budaya Kampar yang dikemas dalam bentuk fesyen modern.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Kampar bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar, serta Ketua DWP UP Disperinaker Kampar melakukan kunjungan lang­sung ke Rumah Batik Moringa.

Kunjungan tersebut men­jadi kesempatan bagi rombongan untuk melihat secara langsung proses pengembangan batik dan jumputan yang dilakukan Rumah Batik Moringa sebagai salah satu mitra binaan PLN UIP Sumbag­teng.

Di Rumah Batik Moringa, rombongan melihat berbagai produk hasil pe­ngembangan perajin, mulai dari kain batik dan jumputan hingga produk fe­syen yang mengangkat karakter khas Kampar. Rom­bongan juga mendapatkan penjelasan menge­nai proses produksi, pe­ngembangan motif, inovasi produk, serta upaya yang dilakukan untuk mem­perluas pemasaran.

Kunjungan tersebut me­­rupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke enam rumah batik di Kabupaten Kampar. Kehadiran jajaran pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat si­nergi dalam mendorong pertumbuhan industri batik dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kampar.

Baca Juga  Terus Kembangkan Bahan Co-Firing Biomassa, PLN Bersama Kementan Luncurkan Model Pertanian Terpadu

General Manager PLN UIP Sumbagteng Achmadi Abbas mengatakan, pe­ngembangan UMKM melalui program Tanggung Ja­wab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami ingin produk binaan PLN tidak hanya me­ng­hasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu berkembang secara mandiri dan memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi. Batik dan jumputan Kampar memiliki potensi besar karena mengangkat identitas budaya lokal sekaligus dapat di­kembangkan menjadi pro­duk fesyen yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Achmadi.

Menurut Achmadi, kunjungan pimpinan daerah ke Rumah Batik Moringa menjadi bentuk dukungan positif terhadap keberadaan UMKM binaan.

“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Bupati Kampar beserta jajaran yang hadir langsung melihat perkembangan Rumah Batik Moringa. Kolaborasi seperti ini penting agar pelaku UMKM mendapatkan dukungan yang lebih luas, baik dalam pengembangan produk maupun akses pa­sar,” katanya.

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar mengatakan, potensi batik dan jumputan di daerah tersebut perlu terus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi.

“Kami melihat langsung bahwa para perajin memiliki kreativitas dan potensi yang luar biasa. Produk seperti Jilbab Jumputan ‘Pesona Kampar’ menunjukkan bahwa ke­kayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang modern se­kaligus memiliki nilai eko­nomi,” ujarnya.

Baca Juga  Semarak HUT ke-14, DPC Gerindra Padang Gelar Aneka Lomba, Bakal Diutus ke Tingkat DPD Gerindra Sumbar

Bupati Kampar juga mengapresiasi dukungan PLN UIP Sumbagteng da­lam pembinaan pelaku U­MKM di Kabupaten Kampar. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nur­heryani Ahmad Yuzar me­ngatakan, peluncuran Jilbab Jumputan “Pesona Kampar” merupakan bentuk inovasi untuk membawa produk kerajinan dae­rah agar semakin dekat dengan kebutuhan pasar.

“Kami ingin batik dan jumputan Kampar tidak hanya dikenal sebagai kain tradisional, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai produk fesyen yang modern dan memiliki daya tarik bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar mengatakan, kunjungan ke rumah-rumah batik juga men­­jadi bagian dari upaya pemerintah memahami kebutuhan para perajin secara langsung.

“Kita ingin melihat apa yang menjadi kebutuhan para pelaku usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk, inovasi, produksi hingga pemasaran. Dengan sinergi bersama PLN dan berbagai pihak, kami berharap industri batik Kampar dapat semakin ber­kembang,” ujarnya.

Pemilik Rumah Batik Moringa Nurhidayah Sari menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Kampar bersama jajaran serta dukungan PLN UIP Sumbagteng terhadap pe­ngem­bangan usahanya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan mengembangkan batik serta jumputan Kampar agar bisa dikenal lebih luas,” ujar Nurhidayah. (rel)