SAWAHAN, METRO
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang, Mastilizal Aye mengatakan, terus melonjak kasus Covid-19 di Padang, karena banyak warga yang tak mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan.
”Masyarakat masih ada yang keluar juga, rumah ibadah masih shalat tarawih sebagian dan pedagang tetap sediakan lokasi duduk di tempat jualannya,” ujarnya, Rabu (29/4).
Menurutnya, warga harus taat aturan, agar penyebaran virus corona dapat di minimalisir dan keselamatan terjamin. Ia mengatakan, Pemko Padang seharusnya memberikan sanksi tegas pada warga yang nakal.
”Jangan hanya sekadar imbauan di rumah saja. Tujuan diberi sanksi dalam rangka mereka bisa patuh pada aturan dan penyebaran virus corona tak terjadi dari satu individu ke individu lainnya,” ungkapnya.
Selain itu terang Aye, pemko diminta melibatkan RW, RT untuk sosialisasi agar warga tetap di rumah. Sehingga dengan upaya itu diharapkan tidak terjadi lagi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Padang.
Sementara, Ketua DPRD Padang, Syafrial Kani meminta kepada pemko mengawasi masyarakat di lapangan, agar aturan PSBB yang dibuat hasilnya maksimal dan korban tak bertambah lagi.
”Kepada warga mari patuhi aturan, sebab manfaatnya juga untuk warga. Kemudian, pakailah masker saat keluar dan cuci tangan sampai bersih, agar penularan tak terjadi dan kesehatan warga terjaga,” ujar kader Gerindra ini.
Dari data yang ada di akun instagram @humas.kotapadang pada Rabu (29/4), disebutkan bahwa jumlah positif Covid-19 mencapai 97 kasus. Jumlah ini mengalami kenaikan satu kasus dibandingkan pada Selasa (28/4). Penambahan kasus baru ini ditemukan di Mata Air, Kecamatan Padang Selatan.
Sedangkan kasus sembuh bertambah dua orang lagi menjadi 17 pasien. Dua kasus sembuh terbaru ditemukan di Sawahan. Sedangkan kasus meninggal bertambah satu orang menjadi 12 orang. Pasien yang meninggal terbaru ditemukan di Sawahan.
Selain itu, hasil negatif ada 12 orang dan menunggu hasil 13 orang. Kemudian, orang dalam pengawasan (ODP) ada 40 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 133 orang. (ade)






