SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Jumlah Notifikasi Covid-19 di Sijunjung Naik, Pemkab Menyisir APBD untuk Menambah Dana Penanganan

×

Jumlah Notifikasi Covid-19 di Sijunjung Naik, Pemkab Menyisir APBD untuk Menambah Dana Penanganan

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, METRO
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung mengalokasikan anggaran untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19 dengan prinsip pergeseran anggaran sebanyak Rp6,7 miliar.

Meski telah dialokasikan, Pemkab saat ini tengah melakukan penyisiran APBD sebagai antisipasi adanya penambahan anggaran dalam penanganan, pencegahan dan dampak dari wabah virus corona di Kabupaten Sijunjung.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Zefnihan yang sekaligus sebagai ketua pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sijunjung.

“Sebanyak Rp6,7 miliar dialokasikan, yang terdiri dari Rp4 miliar dari kegiatan Dinkes dan RSUD Sijunjung dan Rp2,4 miliar dari BTT,” tutur Sekda Zefnihan saat dihubungi, Senin (30/3).

Baca Juga  Pj Ketua TP PKK Hadiri PuncakPeringatan HKN

Hingga saat ini, terhitung Selasa (31/3) data yang ditampilkan di halaman website resmi covid-19.sijunjung.go.id tercatat sebanyak 1946 notifikasi. Sebanyak 75 ODP, 1 PDP, 76 dalam pemeriksaan dan 2 hasil negatif.

Untuk mengantisipasi adanya kebutuhan penambahan anggaran, saat ini pihaknya sedang melakukan penyisiran APBD untuk antisipasi penanganan Covid-19 dan penanggulangan dampak yang terjadi. “Bisa saja nanti akan ada pergeseran anggaran berikutnya sesuai edaran Mentri,” ujar Zefnihan.

Anggaran yang telah dialokasikan sebelumnya sudah digunakan pada kegiatan dan untuk melengkapi kebutuhan dalam penanganan Covid-19 di Sijunjung. “Sudah digunakan untuk kegiatan penanganan langsung sekarang, bisa saja nanti kurang (anggaran) dan juga untuk penanganan dampak,” terang Zefnihan.

Baca Juga  TP PKK Sawahlunto, MoU dengan Instansi Vertikal

Secara kebijakan anggaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam penanganan. Dan saat ini sebagian anggaran yang disiapkan tersebut telah digunakan untuk kegiatan tersebut.

Untuk saat ini yang menjadi kendala dalam penanganan pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Sijunjung masih terkendala dengan kelengkapan alat pelindung diri (APD) untuk tim penanganan dan medis. “Dikarenakan sejumlah barang yang dibutuhkan langka di pasaran sehingga sulit untuk didapat. Sedangkan anggaran untuk itu sudah disiapkan,” kata Zefnihan. (ndo)