PADANG, METRO—Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) resmi memberlakukan operasional 24 jam penuh di Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung dan menambah armada mobil tangki sejak Jumat (3/7/2026). Langkah strategis ini diambil untuk mengamankan dan mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumbar yang sempat terhambat oleh kendala infrastruktur jalan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan, langkah ini diambil guna merespons lonjakan waktu tempuh armada mobil tangki akibat hambatan infrastruktur dan kepadatan lalu lintas di jalur-jalur strategis.
Saat ini, tiga titik utama menjadi pemicu melambatnya distribusi dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pertama, proyek rehabilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum di akses utama IT Teluk Kabung di jembatan Bukit Putus. Kemudian, Lembah Anai, yakni proyek pengaspalan jalan yang memberlakukan sistem buka-tutup jalur. Terakhir, Sitinjau Lauik dengan kepadatan volume kendaraan dan tingginya potensi insiden lalu lintas.
Menyiasati kendala tersebut, IT Teluk Kabung resmi mengoperasikan layanan penyaluran penuh selama 24 jam non-stop sejak Jumat (3/7/2026). Pertamina juga menambah jumlah armada mobil tangki secara signifikan untuk memperkuat kapasitas angkut dan memangkas waktu tunggu di SPBU.
“Berbagai penyesuaian operasional kami lakukan, mulai dari pengoperasian terminal 24 jam, penambahan armada mobil tangki, hingga pengaturan prioritas pengiriman ke SPBU sesuai kondisi lapangan,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, dalam keterangan resminya, Sabtu (4/7/2026).
Dijelaskan, menyiasati kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut langsung menerapkan mitigasi operasional. Selain membuka layanan penebusan dan pengisian BBM selama 24 jam non-stop di IT Teluk Kabung, Pertamina juga menerjunkan armada mobil tangki tambahan guna memperkuat kapasitas angkut harian.
Fahrougi menjelaskan, bahwa penyesuaian ini merupakan komitmen perusahaan agar pelayanan di lini terdepan masyarakat tidak terganggu.
“Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta mengoptimalkan operasional distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Fahrougi dalam keterangan tertulisnya.
Pengawalan Ketat Kepolisian dan Rekayasa Lalu Lintas
Guna memastikan armada yang membawa komoditas sensitif ini tidak terjebak kemacetan panjang, Pertamina membangun sinergi intensif bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar.
Hasil koordinasi tersebut menelurkan kebijakan prioritas lintas bagi armada mobil tangki BBM dan kendaraan pengangkut LPG di jalur-jalur logistik strategis. Bahkan, personil Kepolisian dikerahkan secara khusus untuk memberikan pengawalan melekat (escorting) bagi mobil tangki yang melintasi area perbaikan Jembatan Bukit Putus di Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
“Pengawalan ini krusial untuk menjamin pasokan energi sampai di tujuan secara aman, lancar, dan tepat waktu,” tegasnya.
Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Melalui momentum ini, Pertamina mengimbau seluruh masyarakat di Sumatera Barat untuk tidak panik dan tetap melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan harian. Manajemen memastikan bahwa stok stok BBM dan LPG di level regional dalam kondisi aman dan proses penyaluran ke SPBU terus bergerak tanpa henti.
Bagi masyarakat atau konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan produk, lokasi SPBU terdekat, atau ingin menyampaikan keluhan terkait layanan di lapangan, dapat menghubungi saluran resmi Pertamina Customer Solution 135. (*)






