METRO SUMBAR

Inkop TKBM Ancam Aksi Mogok Nasional di Pelabuhan Indonesia

×

Inkop TKBM Ancam Aksi Mogok Nasional di Pelabuhan Indonesia

Sebarkan artikel ini
RAPAT KONSOLIDASI— Sekretaris Umum Inkop TKBM, Viktoria Wewo, bersama sejumlah serikat pekerja saat menggelar Rapat Konsolidasi Nasional.

PADANG, METRO–Situasi tidak normal yang terjadi di sejumlah pelabuhan di Indonesia, akibat kebijakan direktur lalu lintas laut Kemenhub dan beberapa Kantor Syah­bandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di dae­rah, dinilai menyalahi regulasi pelabuhan.

Menyikapi hal itu, Induk Koperasi Tenaga Kerja Bong­kar Muat (Inkop TKBM) berencana turun ke jalan untuk menuntut keadilan.

Ketua Induk Koperasi (Inkop) Indonesia Muhamad Nasir kepada POSMETRO melalui Whatshapp nya mengatakan, bahswa Inkop TKBM bersama sejumlah serikat pekerja menggelar rapat konsolidasi nasional di sebuah hotel di kawasan Jakarta, Minggu (12/10).

Rapat ini bertujuan mencari solusi dan langkah strategis atas maraknya koperasi lain di luar Inkop TKBM yang dianggap me­nyalahi aturan yang berlaku di wilayah pelabuhan.

Baca Juga  Peringati Hari Pahlawan Tahun 2023, ”ASN Banggalah Bila Mampu Membantu Masyarakat”

Meski telah melakukan berbagai upaya, termasuk audiensi dengan pihak kementerian terkait, hasil yang diharapkan belum juga tercapai.

“Seusai rapat konsolidasi, Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Indonesia berencana menggelar aksi mogok kerja dan turun ke jalan pada waktu yang akan disepakati bersama,” tegas Muhammad Nasir.

Sementara itu Sekreta­ris Umum Inkop TKBM, Viktoria Wewo, mencontohkan kasus yang terjadi di Pelabuhan Teluk Bayur. Ia menegaskan bahwa mes­kipun sudah ada putusan hukum yang dikeluarkan oleh Pe­ngadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN), masih ada oknum pejabat daerah yang tidak mematuhi keputusan tersebut.

Baca Juga  GM Garuda Indonesia Saksikan Pesta Rakyat Malalo Tigo Jurai

“Contoh kasus di Teluk Bayur sudah jelas. Ada putusan hukum yang seha­rusnya ditaati semua pihak, namun masih ada pejabat di daerah yang tidak tunduk. Karena itu, kami perlu mengambil langkah strategis untuk menyikapinya,” ujar Viktoria.

Ia menegaskan bahwa Inkop TKBM tidak menolak adanya persaingan, selama hal tersebut demi kebaikan pekerja dan tidak melanggar aturan yang berlaku.  “Pihaknya juga menyatakan tetap mendukung program pemerintah sepanjang sejalan de­ngan prinsip keadilan bagi tenaga kerja bongkar muat.,” tandasnya. (ped)