METRO BISNIS

Himbara Siap jadi Gateway Utama Masuknya Modal Global ke PFII

×

Himbara Siap jadi Gateway Utama Masuknya Modal Global ke PFII

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, METROHimpunan Bank Negara (Himbara), memastikan diri untuk siap berperan menjadi gerbang bagi masuknya modal global yang tertarik menanamkan dananya di Pusat Finansial Internasional Indonesia (P­FII).

Direktur Kelembagaan BNI yang mewakili Himbara, Eko Setyo Nugroho, mengatakan PFII diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas keuangan yang berdaya saing di tingkat regional maupun di tingkat global.

“Kemudian, dengan P­FII, Himbara dapat berperan sebagai gateway bagi masuknya muda global. Mulai dari foreign direct investment, investor institusi, sovereign wealth fund, family office, hingga pasar model,” ujar Eko saat mewakili Himbara dalam Rapat Dengar Pendapat U­mum (RDPU) Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII Kamis (9/7).

Baca Juga  Harga Gabah Anjlok, Wapres Sentil Bulog

Eko mengatakan, de­ngan hadirnya himbara ma­ka akan dapat mengambil alih modal asing yang selama ini masih me­ngalir melalui pusat-pusat keuangan internasional di luar Indonesia.

Menurutnya, melalui PFII, Indonesia dapat mem­bangun ekosistem keuangan yang lebih kompetitif dengan dugan regulasi yang adaptif, insentif yang menarik, infrastruktur keuangan yang berstandar internasional, serta penguatan pasar keuangan dan likuiditas domestik.

Ia berharap, ekosistem yang dibangun melalui PFII dapat menjadi pintu awal bagi modal global masuk langsung ke perekonomian Indonesia.

“Dalam ekosistem ini, Himbara berperan sebagai gateway yang tidak hanya menghubungkan investor global dengan peluang investasi nasional, tapi juga menyediakan solusi keuangan yang terintegrasi, mem­bangun kemitraan strategis, serta mendukung kebutuhan pembayaan sepanjang siklus investasi,” ucapnya.

Baca Juga  PLN Pantau  Seluruh Posko Siaga Kelistrikan Sumbar

Meski begitu, ia menilai keberhasilan PFII tidak cukup hanya mengandalkan insentif maupun potensi bisnis. Menurutnya, fondasi regulasi, tata kelola, dan kepastian hukum menjadi faktor utama untuk menarik kepercayaan investor.

Selain itu, implementasi PFII juga perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, kapasitas industri, dan mitigasi risiko agar manfaat yang diha­rapkan dapat tercapai secara optimal.

“Dengan pendekatan tersebut, PFII diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas keuangan yang berdaya saing di tingkat regional maupun di tingkat global,” pungkasnya. (jpg)