METRO SUMBAR

Gunakan Dana TKD Bangun Infrastruktur Dasar, Dinas BMCKTR Sumbar Realisasikan 18 Program Strategis

×

Gunakan Dana TKD Bangun Infrastruktur Dasar, Dinas BMCKTR Sumbar Realisasikan 18 Program Strategis

Sebarkan artikel ini
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR— Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi saat menjelaskan pelaksanaan pembangunan infrastruktur kepada Gubernur Mahyeldi, di Istana Gubernuran.

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat pelaksanaan pemba­ngunan infrastruktur melalui pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Dae­rah (TKD) dari Pemerintah Pusat.  Dari total tambahan alokasi TKD sebesar Rp534,98 miliar yang diterima Pemprov Sumbar, sebanyak Rp258,45 miliar dialokasikan melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) untuk membiayai 18 program strategis yang tersebar di berbagai daerah di Sumbar.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi melalui Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar, Armizoprades mengatakan, sebagian besar kegiatan yang dibiayai melalui tambahan TKD tersebut telah mulai dilaksanakan.  Hingga 31 Juli 2026, realisasi keuangan tercatat mencapai Rp20.843.681.720 atau 8,06 persen, sementara realisasi fisik telah mencapai 20,53 persen.

“Sebagian besar kegiatan tersebut sudah mulai berjalan. Per 31 Juli kemarin, realisasi keuangannya telah mencapai 8,06 persen dan realisasi fisiknya 20,53 persen,” ujar Armizoprades di Padang, Jumat (7/8).

Baca Juga  Defisit APBD Perubahan Kota Payakumbuh Rp68.617.639.470

Menurutnya, alokasi dana tersebut diprioritaskan untuk mendukung berbagai kebutuhan pemba­ngunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Program yang dibiayai meliputi peningkatan sis­tem penyediaan air minum, pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh, pembangunan sis­tem drainase perkotaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan provinsi, pembangunan serta penggantian jembatan, pemeliharaan rutin jalan, pe­ngadaan jembatan bailey, hingga penguatan tata ruang dan pengawasan penyelenggaraan infrastruktur.

Dari keseluruhan alokasi, porsi terbesar digu­nakan untuk rehabilitasi jalan provinsi sebesar Rp104,39 miliar, rekonstruksi jalan provinsi Rp49,03 miliar, penggantian jembatan Rp28,68 miliar, pembangunan jembatan Rp26,73 miliar, pengadaan jembatan bailey Rp14,20 miliar, serta pemeliharaan rutin jalan provinsi sebesar Rp15,85 miliar.

Armizoprades menjelaskan, progres pelaksanaan kegiatan secara umum berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Persentase realisasi yang masih berada pada kisaran 20 persen bukan disebabkan keterlambatan pekerjaan, melainkan karena sebagian besar kegiatan ma­sih berada pada tahapan administrasi, pengadaan, maupun pelaksanaan teknis yang mesti dilalui sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Aipda Reszil Murtesiswara, Polisi Bintara Pertama di Sumbar Bergelar Doktor

“Secara umum progresnya cukup baik. Persentase realisasi fisik yang masih sekitar 20 persen bukan berarti pekerjaan terlambat, tetapi karena setiap kegiatan harus me­lalui tahapan teknis yang menjadi bagian dari pro­ses pelaksanaan. Kami optimistis, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026,” tegas­nya.

Ia juga menyampaikan, selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan, sejumlah ruas jalan maupun lokasi proyek berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat. Karena itu, pihaknya memohon pengertian sekaligus dukungan dari seluruh masya­rakat agar proses pemba­ngunan dapat berjalan dengan lancar.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pekerjaan berlangsung terdapat gangguan terhadap kenyamanan maupun kelancaran lalu lintas. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan bersama,” ka­tanya. (fan)